Masih Ada Jalan ke Gaza!

Diposting: Rabu, 20 Januari 2010 / 05:23:19 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum

Halaman ini diakses sebanyak: 103 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Perjuangan umat Muslim di jalur Gaza, Palestina, mungkin akan masih panjang. Di awal tahun 2010 ini, Israel kembali melakukan serangan udara ke jalur Gaza yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Sepertinya, agresi militer terhadap warga Palestina di jalur Gaza merupakan “agenda” rutin Israel di setiap awal tahun. Pada tahun 2008 mapun 2009 lalu, hal yang sama juga dilakukan Israel untuk melumpuhkan kekuatan warga sipil Palestina di jalur ini. Untuk menggalang solidaritas atas perjuangan warga jalur Gaza, Palestina ini, Komunitas Salam UI, Depok, Jawa barat, menggelar 4th International Symposium From Jakarta to Gaza Strip, di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi UI, Depok (9-10/1) lalu.

Simposium berskala Internasional ini sedianya menghadirkan beberapa Kedutaan Besar dari negara-negara Liga Arab dan Menteri Luar Negeri dari Indonesia. Tujuannya, untuk melihat bagaimana kondisi warga jalur Gaza dan menggalang solidaritas yang secara real untuk saudara-saudara Muslim di Palestina. Sayangnya, para Kedubes yang dijadwalkan hadir justru membatalkan diri di saat-saat acara akan berlangsung.

“Sangat kecewa, tentu. Apalagi para Kedubes tak memberikan alasan yang cukup lois kepada panitia dan pembatalan kehadiran dilakukan H-1. Ini berakibat pada batalnya Menteri Luar Negeri Indonesia pada acara ini. Padahal dalam acara ini pula kami ingin melihat upaya pemerintah dalam membantu Palestina, yang notabenenya adalah saudara seiman kita,” jelas Aan Midad salah satu pengurus Salam UI.

Acara yang mengusung tema tentang "Education as One Step for doing Gaza Reconstruction" ini menghadirkan Firmanzah Ph.D (Dekan FE UI), Dude Herlino, Dr. Fasli Jalal Ph.D (Wakil Menteri Pendidikan Indonesia), dr. Basuki (ketua Bualn Sabit Merah Indonesia), Firtra Ratory (Wartawan TV One), Cholidi Assadil Alam (Azzam KCB), Hery Nurdi (Pemimpin Redaksi Majalah Sabili), serta Shofwan Al Banna Choiruzzaad (Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional).

Fitra Ratory dan dr. Basuki yang punya pengalaman langsung ke jalur Gaza menjelaskan kondisi yang cukup memprihatinkan dari warga Gaza di perbatasan Palestina-Israel tersebut. Terlebih, korban yang sesungguhnya adalah anak-anak dan wanita. Fitra Ratory yang pernah mendapat kesempatan meliput Agresi Israel di Gaza Desember 2008 silam, menjelaskan bagaimana kebiadaban tentara Israel dalam menyerang warga jalur Gaza.

Yang menarik, dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dr. Fasli Jalal Ph.D  memaparkan tentanng peluang Indonesia untuk membuka akses beasiswa pendidikan bagi Mahasiswa Palestina.

"Dirjen Pendidikan Tinggi Indonesia Membuka Peluang Beasiswa Seluas-luasnya untuk Mahasiswa Palestina, dan hal tersebut dipastikan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Dikti sudah mengagendakan rapat dengan para rektor dan dekan perguruan tinggi di Indonesia untuk masalah ini, dan dalam hal ini, Salam UI dapat berperan sebagai mediator," tegas Fasli Djalal.

Pernyataan tersebut merupakan capaian yang cukup penting bagi upaya dalam membuka peluang beasiswa untuk mahasiswa Palestina di Indonesia. Salam UI sendiri pun bertekad untuk berperan lebih dari sekadar mediator seperti yang dijelaskan oleh Fasli Djalal. “Kami sendiri pun bertekad untuk mengumpulkan dana beasiswa untuk para pelajar Palestina, khususnya mereka yang berasal dari jalur Gaza,” imbuh Aan.

Pada hari kedua, para pembicara banyak memaparkan mengenai Kontribusi negara-negara Muslim dalam Rekonstruksi Gaza. Herry Nurdi menjelaskan bahwa selama ini bantuan untul warga Gaza belum terdistribusikan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh adanya potongan pajak di sana-sini dari dana yang disediakan untuk sumbangan. Belum lagi tingkah Israel yang memblokade bantuan untuk jalur Gaza dan pembangunan tembok baja oleh Mesir.

“Keadaan-keadaan ini yang menuntut kita (baca: bangsa Indonesia) untuk lebih proaktif dalam membantu rekonstruksi Gaza, baik dalam hal sumbangan materi maupun kebijakan diplomasi,” pungkas Herry.

Setuju! Bagi Sobat Nida, kalian juga bisa berkontribusi untuk memberikan bantuan nyata untuk saudara-saudara kita di Palestina. Caranya? Mendoakan selalu dan boikot produk-produk Yahudi yang jelas-jelas membantu Israel dalam menghancurkan Palestina, khususnya Muslim di jalur Gaza. [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :