Marie Muhammad: Jangan Banyak Bicara Kalau Belum Membaca
Diposting: Senin, 08 Februari 2010 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum
Halaman ini diakses sebanyak: 61 kali
Rating: 0
Annida-Online- Mantan Menteri Keuangan di era Orde Baru, Marie
Muhammad, tetap meluangkan waktunya membaca. Semangatnya patut diacungi jempol,
di usia yang telah menginjak 71 tahun, membaca tetap menjadi kegiatan wajibnya
sehari-hari. Lelaki yang menjabat komisaris utama PT Bank Syariah Mega dan pernah
menjadi Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) ini selalu menyediakan
waktu paling tidak tiga sampai empat jam setiap hari untuk membaca.
“Rata-rata tiga atau empat jam saya membaca. Buku itu jendela dunia,
pengalaman dan pengetahuan berbagai orang. Kita bisa menimba banyak pengalaman
dari orang. Jadi kata orang kalau kita ingin menuju masyarakat ilmiah, banyak
membaca, banyak mendengar, banyak menulis, banyak bicara. Jangan banyak bicara
dulu, membaca dulu, banyak mendengar, kemudian menulis, baru bicara!” ujar
Marie Muhammad ketika mengunjungi acara sebuah Yayasan Permata Sari (6/02), di bilangan
Jakarta Selatan.
Mengenai jenis-jenis buku, Marie menyukai semua ragam bacaan asalkan
bermanfaat. Jika ada sekolah yang terbesar di dunia ini, maka sekolah tersebut
menurutnya adalah kehidupan itu sendiri. Semua apa yang terjadi dalam kehidupan
sejak seseorang lahir sampai meninggal pada dasarnya bisa menjadi pelajaran.
Setiap apa yang ditemui dalam setiap aspek kehidupan sudah selayaknya menjadi pedoman
bertindak selanjutnya.
“Saya membaca semuanya. Tidak tentu harus membaca apa. Sampai sekarang
meskipun telah berumur harus tetap membaca sehingga pikiran kita juga terus bekerja,”
tambah Marie. Sayangnya, ketika Nida ingin tahu berapa banyak jumlah koleksi buku
lelaki keturunan Arab ini, beliau enggan merincinya. Diakuinya, saking
banyaknya, rumahnya berserakan buku-buku. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.



