Komik Indonesia Masih Mencari Identitas

Diposting: Selasa, 02 Maret 2010 / 10:02:30 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum

Halaman ini diakses sebanyak: 94 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online--Banyak ragam komik yang membanjiri pasar Indonesia. Secara garis besar mewakili manga (Jepang), mnhwa (Korea), superhero (Amerika), atau komik Eropa. Kesemuanya memiliki ciri khas masing-masing yang menjadi identitas negara asalnya bagi pembaca komik negeri kita. Di tengah-tengahnya, komik Indonesia masih mencari bentuk. Inilah salah satu kendala komik Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang dibicarakan penerbit, komunitas komik, dan penggemar komik pada hari terakhir Festival Komik Indonesia (FKI) 2010, kemarin (Minggu, 28/02) di Pasar Festival Kuningan.

Diskusi dan temu komikus ini melibatkan banyak komikus Indonesia seperti Hans Jaladara, Wahyu Sugianto, Beng Rahardian, dan Wisnoe Lee, dan Anto Garang. Selain membicarakan kendala-kendala belum pesatnya kemajuan komik Indonesia, mereka juga berbagi cerita mengenai kecintaan pada komik dan aktivitas yang dilakukan. Rata-rata mereka menyukai komik sejak kecil. “a suka melihat komik sejak kecil, dan suka mengambar. Lama-kelamaan membuat komik menjadi pekerjaan yang mengasyikkan. Dulu saya suka komik Pak Hans seperti Si Buta dari Gua Hantu,” ujar Wisnoe.

Sementara Wahyu, meski menyukai komik sejak kecil, menggeluti dunia kreatif tersebut sejak 1995 ketika kuliah. Sedangkan Ben mengakui menggambar komik merupakan kebiasaannya sejak SD. Komik menurutnya adalah satu-satunya media ekspresi yang membuat ia puas. Master komik Indonesia, Hans pun demikian, menyukai komik sejak kecil dan sampai sekarang masih ingat dengan komik yang dia sukai.

“Itu komik lama sekali, isinya drama yang berjudul Hanya Kemarin. Sebenarnya semua komik-komik yang say abaca dulu sangat berkesan,” ujar komikus yang terkenal dengan cerita silat seperti Pendekar Bulu Pitu, Balada Seorang Pendekar, Pedang Naga Berlian, Pandu Wilantara, Si Rase Terbang, Kembalinya si Rase Terbang, Gembel Gila Beracun, Bidadari Kristal, Penjahat Pemetik Bunga, Walet Merah, dan karya lainnya tersebut. Ke depannya, mereka yang konsentrasi di dunia komik Indonesia ini berharap komik bisa menjadi industri seperti halnya penerbitan novel atau buku lainnya.

“Saya salut dengan banyak komunitas komik yang fokus mengembangkan komik di Indonesia. Seperti Akademi Samali, Fun Co, dan studio-studio komik yang tumbuh. Jadi bias belajar lebih baik membuat komik yang bagus,” tambah Hans.

FKI 2010 sendiri merupakan perayaan komik dengan tema ”Berani Ngomik!”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta kepada komik Indonesia. Sejak dimulai 22 Februari lalu, kegiatan yang mendukung antara lain bursa dan pameran komik Indonesia, talk show, lomba menggambar dan mewarnai, temu penggemar dan book signing, peluncuran komik, pemutaran film dan hiburan lainnya. [Elzam]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :