Film Indie Debt Keliling Jawa

Diposting: Sabtu, 16 Januari 2010 / 06:08:43 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum

Halaman ini diakses sebanyak: 155 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online--Film pendek masih sebatas ajang kreativitas yang kadang harus terhenti ketika hendak menjangkau publik yang lebih luas untuk menikmatinya. Lookout Picture mencoba mengubah pandangan tersebut. Production house (PH) asal Jogjakarta yang telah memproduksi puluhan karya film pendek, iklan, kampanye, documenter, drama situasi komedi (sitkom) ini akan menggelar roadshow pemutaran film pendek Debt. Tidak hanya sampai pada bagaimana film pendek menjadi tontonan, Lookout Picture ingin membuktikan film pendek juga mampu menghasilkan profit bagi pembuatnya. Itulah sebabnya bekerjasama dengan berbagai pihak di delapan kota, pemutaran Debt mengunakan harga tiket masuk (HTM).

“Penekanannya bukan Debt sebagai film yang akan di roadshow, tapi bagaimana komunitas indie bisa mandiri dan bisa menghasilkan uang dari sebuah karya dan bisa menguntungkan,” ungkap Endik Koeswoyo, produser filmnya.

Lookout Picture sendiri mempunyai visi dan misi untuk menjadikan industri creative sebagai media membangun karakter generasi mandiri dan kreatif. Meskipun karya independent bertaburan, faktanya tidak terdistribusi luas sehingga masyarakat tidak bisa mengakses karya-karya sineas tersebut. Menyiasati ini, dalam setiap pemutaran di beberapa kota seperti Jogja, Bandung, Madiun, dan Solo, penonton sekaligus mengikuti seminar yang bermanfaat. Endik mencontohkan, misalnya dengan tiket lima ribu rupiah peserta akan mengikuti seminar menarik tentang marketing.

“Kalau saya mengundang Anda dengan kalimat begini, hadirilah, diskusi dan pemutaran film DEBT dengan tema utama, cara mudah dapet sponsor hingga Ratusan Juta! Kira-kira tertarik atau tidak?” tambah penulis yang telah banyak menerbitkan novel itu.

Rencananya film tersebut mulai diputar bulan Januari ini. Debt menceritakan tentang seorang depkolektor bernama Sugeng. Ironi masyarakat pengkredit membuat Debt menjadi begitu menarik untuk dinikmati semua kalangan. Ada hal yang banyak bisa dipetik dari cerita film tersebut sehingga dia memutuskan untuk memproduksinya. “Masalah berbagi merupakan topik yang tidak ada habisnya untuk direnungkan. Ketika perenungan ini bermuara pada wujud implementasi tingkah laku seseorang, akan muncul dorongan untuk berbagi lainnya. Itulah manusia, yang ditaruh dalam hatinya oleh Sang Pencipta kerinduan senantiasa berbagi dan memanusiakan lainnya. Kira-kira pesannya demikian. Silakan nanti nontons sendiri,”tandanya. [Elzam/foto: dok. endik koeswoyo]

 

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :