Kios Buku Bekas Cirebon: Dari Buku Impor Sampai Kitab Keraton

Diposting: Rabu, 13 Januari 2010 / 00:05:26 | Oleh: annida | Kategori: Berita Toko Buku

Halaman ini diakses sebanyak: 734 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annnida-Online—Bukan rahasia umum lagi bila harga buku di Indonsia masih tergolong mahal. Bursa-bursa buku bekas di berbagai kota pada akhirnya menjadi jawaban untuk tetap bisa memiliki buku dengan harga terjangkau, meski dengan fisik buku yang tidak selalu baru. Bila kota Jakarta pernah punya bursa buku bekas di Kwitang (sekarang Pasar Senen), Bandung dengan pusat buku-buku bekas di Palasari, Solo dengan Pasar Sriwedari, dan Yogyakarta yang terkenal dengan sentra buku bekas di Shopping Center, maka kota Cirebon juga punya deretan kios buku-buku bekas di kawasan Jl. Bahagia, depan Cirebon Mall.

Siti Rohayati, salah satu pemilik kios buku bekas di kawasan tersebut menjelaskan bahwa usahanya itu bermula dari pengalaman pribadinya yang cukup kesulitan membeli buku untuk anak-anaknya karena harga yang tinggi. Untuk mendapatkan buku-buku dengan harga terjangkau Rohayati mengaku harus mencarinya dari rumah orang-orang kaya yang memang memilikinya namun sudah tak memerlukan lagi.

“Lama-lama saya cari buku-buku pelajaran bekas sebelum masa liburan anak-anak sekolah, tapi karena itulah saya malah punya banyak buku bekas untuk satu judul yang sama. Oleh karena itu, terpikir untuk menjual sisanya. Dan Alhamdulillah, saya sendiri melihat respon dari pembeli yang datangn dari kalangan pelajar dan mahasiswa cukup tinggi,” jelas perempuan yang kini berusia 45 tahun ini.

Menurut Ati, begitu ia biasa disapa, kios uku bekas di kawasan Jl. Bahagia Cirebon ini menyediakan beragam jenis buku second. Namun, diakuinya, bahwa buku-buku pelajaran dan buku-buku kuliah menjadi primadona para penjual di tempat ini.

“Walaupun sekarang buku pelajaran cepat sekali berubah, tiap tahun pasti ganti kurikulum. Tapi buku pelajaran bekas yang beli ada saja dan tak pernah sepi peminat,” tambah Ati.

Majalah-majalah bekas, baik terbitan dalam maupun luar negeri, juga dijual di sini. Asyiknya, majalah-majalah yang dijual ini biasanya masih di-wrapping alias terbungkus rapi. Tampak terlihat baru dengan kondisi yang sangat baik. Novel-novel terbitan luar negeri juga bisa kita temukan di tempat ini. Tapi, karena jumlahnya nggak terlalu banyak seperti buku-buku pelajaran dan majalah, maka pengunjung harus sedikit bersabar untuk mencarinya supaya dapat buku yang bagus.

“Kadang-kadang pembelinya juga dari luar kota ada juga yang dari bule (baca: turis asing), banyak yang cari buku-buku kuno. Biasanya tanya tentang buku-buku sejarah Kacirebonan, Keraton, pokoknya kitab-kitab seperti Babad Tanah Cirebon. Jadi, kami juga jual buku-buku semacam itu,” ungkap Ati.

Untuk range harga-harga buku yang ditawarkan oleh para pemilik kios buku bekas di kawasan ini, mulai dari Rp. 3.000-Rp. 50.000. Tergantung jenis buku, kondisi buku, dan keterampilan menawar kita sebagai pembeli.

“Namanya juga kios, jadi bisa ditawar. Kami nggak ambil untung banyak, karena saya pribadi pernah tahu gimana rasanya beli buku mahal, padahal buku itu penting sekali untuk lebih pintar dan buka wawasan,” kata Ibu empat anak ini mengakhiri pembicaraannya dengan Annida-Online.

So, buat Sobat Nida yang kelak berkesampatan mampir ke Kota Udang ini, jangan lupa kawasan Jl. Bahagia, karena barangkali kalian bisa menemukan buku sejarah yang menceritakan asal-usul kota ini. [nyimas/liputan: Imah Khusnul Khotimah/foto: dok. berita cirebon]  

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :