Wulan Guritno dan Adilla Dimitri: Menyatu Dalam “Feel”
Diposting: Senin, 16 Nopember 2009 / 07:37:31 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 208 kali
Rating: 0
Annida-Online—Pasangan selebritis Wulan Guritno dan Adilla Dimitri ini kompak menekuni profesi baru mereka sebagai penulis. Feel, buku perdana yang mereka tulis selama dua tahun akhirnya berhasil mereka luncurkan pada Jumat (13/11) lalu, di Jakarta.
“Malu, sebenarnya. Karena lama banget. Tapi saya sih jujur karena saya juga bekerja dan kadang-kadang malas. Itupun hampir nggak mau diterusin, tapi untungnya ada dia (Adilla) yang suka maksa-maksa saya untuk meneruskan novel ini. Kadang-kadang malah dia yang meneruskan ceritanya, pokoknya gantian,” urai Wulan, panjang lebar, yang memang sudah menyenangi dunia tulis-menulis sejak SMP.
Novel Feel yang digarap Wulan dan Adilla ini bisa dibilang lain dari novel metropop lainnya yang hanya menyajikan cerita cinta yang dramatis, karena Wulan menyisipkan sebuah lagu ciptaan Anang Hermansyah berjudul “Sampai Akhir Nyawaku” dalam bukunya.
“Kalau di film, kayak soundtrack-nya lah. Jadi ketika baca buku ini biar lebih menyatu dengan Feel, dan lebih merasakan Feel-nya, bisa dengarkan lagunya Mas Anang,” jelas ibunda dari Shaloom ini.
Novel Feel ini awalnya ingin diwujudkan dalam bentuk layer lebar, bahkan cerita dalam novel ini juga sudah dibuatkan dalam bentuk script film atas bantuan rekan mereka, Robert Ronny. Namun, Wulan-Adilla akhirnya memutuskan untuk mengemas dan memperkenalkan cerita perdananya dalam bentuk novel.
“Mau lihat responnya dulu, kalau ternyata banyak masyarakat yang suka dengan ceritanya, dan itu bisa meyakinkan para sponsor untuk dibuatkan film-nya, siapa takut untuk mengemasnya dalam sebuah film?” sambung Wulan yang pernah menggarap produksi film pendek berjudul Bidan Lelaki bersama suaminya tersebut.
Feel berkisah tentang seorang perempuan; Kanya, yang terjebak dalam kegamang akan hidup, cinta, dan cita-citanya. Ia mulai mencari apa yang benar-benar diinginkannya dalam hidup. Novel ini juga menawarkan konflik cinta segitiga antara Kanya, Andri, dan Gala, khas novel metropop dengan cerita cintanya yang romantis. Yang pasti, dalam kesempatan itu, Wulan juga berharap Feel bukanlah proyek novel pertama dan terakhirnya.
“Semoga ada novel yang bisa saya tulis lagi di waktu mendatang, pengennya sih tiap bulan bisa mengeluarkan novel, tapi kayaknya belum bisa,” pungkas Wulan disertai tawa. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




