Wan Anwar Wafat

Diposting: Selasa, 24 Nopember 2009 / 08:08:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 186 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online--Sastrawan Moh Wan Anwar (34)  tutup usia, di RS Sari Asih, Serang Senin (23/11) jam 4 pagi. Redaktur majalah sastra Horison sekaligus dosen di Untirta Serang, Banten ini mengidap sakit ginjal sejak setahun terakhir. Beberapa hari dirawat di rumah sakit, Wan dalam keadaan kritis. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil.

Wan menjadi sosok sahabat dan guru tak hanya bagi para mahasiswanya maupun alumni FKIP Untirta, namun juga teman sesama seniman. Di mata penyair Husnul Khuluqi misalnya, Wan merupakan saudara, sahabat juga guru. "Wan orangnya ramah dan hangat. Saya pernah nginep di rumah beliau sekali, dan beberapa kali sekadar main. Buat saya Mas Anwar itu saudara, sahabat juga guru. Ada satu permintaan beliau yang belum saya turuti yaitu sekali-kali nginep di Horison. Ketika saya sakit, Mas Anwar sedang menjalani terapi, tetapi beliau kirim SMS dan saling mendoakan saja," ujar Khuluqi.

Sementara, Wowok Hesti Prabowo dari Komunitas Sastra Indonesia yang sudah 10 tahun mengenal Wan, bilang bahwa Wan adalah sastrawan nasional yang berdedikasi.

"Ia bukan saja aset Banten, tapi juga Indonesia. Dunia sastra sangat kehilangan Wan, Banten berduka," tegas Wowok.

Menurut Wowok, Wan punya pemikiran yang cerdas dan berniat menghidupkan Banten lewat sastra. Dengan dorongan dialah, mahasiswa-mahasiswa Untirta aktif berkesenian, khususnya sastra. Wowok sempat menerornya dengan perkataan, "Percuma ada Wan Anwar di Banten, kalau kesusastraan Banten nggak maju-maju." Dari situ, Wan menjadikan Untirta salah satu kantong kebudayaan di Banten. Ia membuat pelatihan menulis secara periodik, berobsesi melahirkan penyair-penyair baru.

Masih menurut Wowok, Wan juga pandai dalam berbicara menggunakan bahasa kiasan, untuk menyindir orang dengan halus tapi mengena. "Wan juga orang yang religius meski tidak fanatik, dan gaya hidupnya saya lihat baik-baik saja. Dia nggak mau begadang kalau nggak penting. Pokoknya produktif. Terakhir, kata istrinya, Raihan, dia sibuk banget. Banyak tugas, Wan kan ngelanjutin S2 di UI. Kalau sakit ginjalnya sudah agak lama, setahun lalu sempat dioperasi di Cilegon. Divonis dokter untuk cuci darah, dia menghindari dengan minum ramuan herbal," urai Wowok.

Ketua KSI Banten Gito Waluyo mengatakan, untuk mengenang Wan Anwar, KSI Banten akan mengadakan tahlilan dan pembacaan karya Wan. Gelaran kerjasama KSI dan komunitas Kubah Budaya itu direncanakan Senin (30/11) mendatang.

Karya Wan terkumpul dalam buku Sebelum Senja Selesai (2002), Sepasang Maut (2004), Kuntowijoyo dan Dunianya, dan Batas Kesetiaan (manuskrip). Ingin membaca syair Wan? Ini dia Kasidah Banten yang terkesan misterius dan ditulisnya tahun 2005.

 

aku datang/ tetapi dari mana aku datang/ aku pergi/ tetapi kemana aku pergi//

kau sambut aku dengan kasidah/ tempat berdiam segala kisah/ kupersembahkan padamu denting kecapi/ tempat sunyi menggali diri//

dua tanda dua nama/

bertemu dalam nestapa//

karena aku telah datang/

kauterima cinta di ujung pedang/

karena kau telah menjemput/

kuterima hatimu semurni maut//

dua tanda dua nama/

bertemu dalam nestapa//

jika kau dan aku adalah rumah/

rumah siapakah kita/

jika kau dan aku jadi penghuni/

siapakah yang akan kita hadapi//

 

[est]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

resensi_back.jpg

iklan-arrina.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :