Tebar Hikmah Ala Harlis Kurniawan
Diposting: Jumat, 12 Maret 2010 / 15:38:41 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 112 kali
Rating: 0
Annida-Online—Kalau banyak yang bilang belajar hikmah dan memahaminya adalah perkara sulit, maka Harlis Kurniawan, penulis buku Revolusi Cinta, menggagas buku-buku bertabur hikmah dengan kemasan cerita jenaka yang nggak njelimeti dan mudah dicerna oleh siapapun.
“Selama ini pendidikan Islam yang sifatnya filsafati terkesan sulit, berat, dan agak serius. Padahal salah satu jalan takwa kepada Allah dan jalan menambah keimanan kita adalah seperti yang tersirat dalam QS. Ali Imraan ayat 190-191 itu memerintahkan kita untuk selalu berpikir tentang beberapa fenomena alam yang ditunjukkan oleh Allah,” jelas pria kelahiran Jakarta, 11 Juli 1974 ini.
Harlis pun mulai menulis buku-buku yang sarat dengan pembelajaran hikmah yang dibalut cerita lucu khas Abu Nawas yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh Rihlah Press dengan judul Melatih Berpikir Kritis dan Berani jilid 1. Setahun kemudian, jilid kedua buku tersebut pun diterbitkan oleh penerbit yang sama. Di akhir tahun 2008 lalu, kedua buku ini di-remake dan diterbitkan ulang oleh LPPH dengan judul Jalan Cinta Darussalam. Mengangkat fragmen-fragmen kehidupan si Bujang—tokoh rekaan yang menjadi ikon buku-buku hikmahnya ini—Harlis berusaha memasukkan pembelajaran hikmah yang sederhana dan santai.
“Belajar hikmah itu kan sebenernya belajar filsafat. Nah kisah-kisah si Bujang yang sarat hikmah ini sebenarnya bisa kita lakukan juga. Artinya, setiap kita itu bisa memetik hikmah dari setiap petistiwa. Allah tuh memberikan hikmah untuk siapa saja. Kalau kata Sayyid Quthb bilang itu, alam adalah kitab terbuka yang bisa dibaca oleh semua bangsa, tinggal bagaimana kita mau berpikir dan membaca alam itu sendiri,” imbuh penulis buku Kado Cinta Untuk Remaja ini.
Di awal tahun 2010 ini, Harlis kembali menerbitkan serial Bujang dengan judul Si Bujang dan Putri Malaka, Maknai Hidup Ala si Bujang. Buku ini merupakan sekuel dari Jalan Cinta Darussalam.
“Bedanya, kalo Jalan Cinta Darussalam merupakan kumpulan fragmen, satu judul (cerita) habis. Kalau (Bujang dan Putri Malaka) ini novel,” ujar Harlis lagi.
Bila di Jalan Cinta Darussalam tokoh sentralnya adalah Bujang alias Syaikh Maulana Nuruddin, di novel ini Harlis menampilkan konflik tokoh-tokoh lain yang lebih seru dan lebih kompleks.
“Jadi, dalam ceritanya nanti, selain Bujang dan sahabat-sahabatnya, Bujang dikisahkan memiliki banyak murid yang juga akan menghadapi berbagai persoalan hidup dan paham-paham luar yang harus diselesaikan dengan bijak. Istilahnya, novel Si Bujang dan Putri Malaka ini adalah proses kaderisasi dan transformasi ilmu dari si Bujang terhadap murid-muridnya,” beber penulis yang pernah mengarap cerita-cerita anak dalam format kaset rekaman.
Harlis menambahkan di novel yang sudah ditulisnya pada tahun 2007 silam ini menjelaskan lebih gamblang visinya dalam menarik korelasi antara ayat qauliyah (firman-firman Allah dalam Al-Quran) dengan ayat-ayat kauniyah (alam semesta). Novel ini juga akan memenjawab pemikiran-pemikiran rasional yang dibawa oleh kalangan liberalis soal banyak hal, baik soal tauhid maupun muamalah menurut Islam.
Pertanyaan-pertanyaan semisal “mengapa iblis dihukum di neraka (yang berasal dari api) sedangkan Alah menciptakan iblis dari api? Apakah cukup terasa sakit dan keputusan Allah itu cukup adil?” atau semacam inilah yang akan dijawab dalam novel pria keturunan Cirebon, Jawa Barat ini.
Kalau penasaran mau tahu jawabannya, novel Si Bujang dan Puteri Malaka ini patut dibaca oleh Sobat Nida deh! J [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
- Thibault Gregorie Luncurkan “One Day in Jakarta”
- Novel Komik Ecky dan Widi, “Sampaikan Salamku untuk Bunga Matahari”
- Arta Wijaya: Fakta Sejarah Tidak Diterima di Toko Buku Umum
- Mengaku Jadul, Gerdi W.K. Stag Terbitkan “Gina” untuk Anak Muda
- Bukan Cinta Biasa dalam Buku “Beginilah Seharusnya Cinta” Fatih Beeman
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




