Sri Andiani Menulis untuk Menjadi “Sama”

Diposting: Sabtu, 21 Nopember 2009 / 05:03:20 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 120 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Sekilas ia tampak seperti anak normal. Tak ada yang membedakannya dengan remaja lain seusianya, kecuali artikulasi kata yang agak terbata-bata ia ucapkan saat berbicara.

“Ini efek yang biasa ditemui pada anak-anak tunarungu. Anak yang tidak bisa mendengar namun sanggup berbicara bila dilatih dan diajak bicara seperti anak-anak normal lainnya,” ujar Sri Andiani singkat, ketika memberikan sambutan atas terpilihnya ia menjadi salah satu penerima Penghargaan Penulis Muda UNICEF Award 2009 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) dan The United Childrens Fund (UNICEF).

Dian, begitu ia biasa disapa, memang anak dengan keterbatasan pendengaran. Ia adalah satu-satunya peserta Lomba Menulis Remaja Unicef 2009 yang memiliki keterbatasan fisik. Sejak lahir, dokter telah mendiagnosa kemampuan dengarnya hanya di bawah 90 desibel. Beruntung, karena menurut Dian, ia dibesarkan dalam keluarga yang dapat menerima kekurangannya, bahkan menjadikan kekuranggannya sebagai keunikan yang dapat dioptimalkan sehingga ia bisa sama dengan anak-anak lainnya.

“Dan saya pun tumbuh menjadi anak yang normal, yang tidak pernah merasa berbeda, sekolah di sekolah umum, dan lain-lain. Walaupun dalam beberapa kesempatan orang-orang di luar sana masih memperlakukan saya berbeda dengan anak-anak normal lainnya,” kenang Dian.

Perlakuan diskriminatif yang kerap dirasakan oleh Dian dan remaja-remaja yang senasib dengannya inilah yang ditulis dalam essai berjudul Susahnya Mencari Sekolah Bagi Mereka. Dian menilai anak-anak cacat seringkali mendapatkan perlakuan tidak adil karena tidak memiliki akses untuk bergaul dengan lingkungan normal. Maslah tidak diterimanya anak-anak cacat di sekolah umum atau sektor umum lainnya, adalah bukti perlakuan diskriminatif ini masih sangat berkembang di Indonesia. Berkat essai-nya tersebut, Dian terpilih sebagai Penulis Muda 2009 dalam UNICEF Award 2009. Menurut siswi kelas III SMP Alam Insan Mulia, Surabaya, ini, kemenanganya dalam ajang ini merupakan sebuah “pintu masuk” baginya untuk memperjuangkan hak-hak orang-orang dengan keterbatasan fisik sepertinya untuk bisa hidup dan diterima sama dengan anak-anak normal.

“Aku sudah mulai menulis sejak TK. Ada sensasi berbeda ketika aku menuliskan apapun yang aku rasakan, aku lihat, atau kritik atas hal-hal yang aku anggap tak benar. Dengan menulis, aku lebih merasa sepadan dan sama saja dengan anak-anak lainnya,” tambah sulung dari tiga bersaudara ini.

Penghargaan yang baru saja diterimanya pada Kamis (19/11) lalu ini cukup mengangetkan dirinya, karena Dian mengaku meski ia sudah lama menulis dan beberapa kali tulisannya dimuat di berbagai media sekolah maupun beberapa media lokal Surabaya, ia baru sekali itu mengikuti kompetisi menulis tingkat nasional. Bahkan Dian mengirimkan karyanya sehari sebelum lomba ditutup.

“Tapi alhamdulillah bisa terpilih, senang pasti. Tapi aku berharap tulisanku itu tulus bisa menjadi wadah aspirasi bagi “kaum”-ku yang sudah lama dimarginalkan. Lebih dari itu, aku lebih suka bila tulisanku bisa menjad bahan renungan bagi pihak sekolah umum dan pemerintah untuk tidak membeda-bedakan anak-anak cacat dalam hal pendidikan,” harap Dian.

Ke depan, Dian berjanji akan terus memperjuangkan nasib anak-anak cacat melalui berbagai tulisan dalam karya-karyanya. Bahkan ia juga ingin suatu hari nanti menulis sebuah buku yang secara khusus membahas tentang nasib, perasaan, dan hal-hal yang masih dilakukan oleh orang-orang normal pada anak-anak cacat sepertinya.

“Mudah-mudahan nggak sampai di sini, karena saya memang mau menulis buku tentang nasib anak-anak cacat yang bukan minta untuk dikasihani, tapi hanya ingin bersama untuk menjadi sama. Mudah-mudahan cepat terealisasikan,” pungkas gadis kelahiran Surabaya, 30 Agustus 1995 ini.

Yups, Sobat Nida ikut mendoakan kok! [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

resensi_back.jpg

iklan-arrina.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :