Siapkan “Mata Khatulistiwa”, Iman Budhi Santosa Gila Peribahasa
Diposting: Senin, 04 Januari 2010 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 141 kali
Rating: 0
Annida-Online—Tak banyak penulis
yang memberikan perhatian pada eksistensi peribahasa daerah yang menjadi salah
satu produk literasi dan kesusastraan di
“Peribahasa itu unik;
seperti pantun, tapi nggak punya isi. Sayang nggak ada yang memperhatikan. Dan
Indonesia punya kekayaan peribahasa dari Aceh sampai Papua yang sangat banyak,”
jelas penulis buku Matahri-Matahari
Kecil.
Wujud keseriusannya
pada peribahasa Nusantara adalah dengan mengumpulkan beberapa peribahasa yang
telah didapatkannya. Beberapa telah berhasil dibukukan, seperti Budi Pekerti Bangsa (Arti Bumi Intaran,
2008), Kumpulan Peribahasa
“Mungkin bukunya akan
sangat tebal sekali. Saat ini saja saya baru menyelesaikan 351 halaman. Tapi
saya bisa katakan bahwa Mata Khatulistiwa nantinya menjadi buku kumpulan peribahasa yang lebih lengkap dari buku dengan
jenis yang sama,” tambah mantan pendiri komunitas Persada Studi Klub,
Proses pengumpulan
peribahasa Nusantara ini sudah dilakukan Iman Budhi dalam waktu yang cukup
lama, lebih dari 25 tahun. “Sampai-sampai saya mabok dan gila peribahasa,”
katanya sambil tertawa.
Iman Budhi sendiri
mulanya tak pernah sengaja mendapatkan peribahasa-peribahasa tersebut. Di
beberapa daerah di
“Tekad mengumpulkan
peribahasa-peribahasa ini bermula ketika salah seorang teman saya yang dokter
gigi itu membuat buku tentang peribahasa dunia. Oalah, kurang ngajar betul,
kata saya. Padahal peribahasa
Seperti yang
dijelaskan sebelumnya, Iman Budhi menilai peribahasa Nusantara memiliki
keunikan dan nilai estetika yang berisi pesan-pesan etika di dalamnya. Usahanya
mengumpulkan peribahasa-peribahasa ini dilatarbelakangi akan makin sepinya
masyarakat
“Sayang bilang
peribahasa-peribahasa ini tidak dilestarikan dengan baik. Nggak ingin
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




