Prihatin Fenomena Hipnotis, Romy Rafael Tulis Buku

Diposting: Senin, 08 Februari 2010 / 10:22:40 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 127 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online—Sosok Romy Rafael memang terkenal sebagai ikon hipnotis di Indonesia. Romy menolak anggapan masyarakat yang seringkali mengartikan kemampuan hipnotisnya sebagai ilmu magic alias sihir. Tak berlebihan, memang, karena Romy Rafael sendiri pernah serius mempelajari ilmu hipnotis secara akademis di Hypnotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute dan Institute for Neuro Research and Education, Amerika Serikat, selama empat tahun.

Akhir-akhir ini, Romy yang juga menggunakan keahlian hipnotisnya dalam panggung hiburan, mengaku risau dengan berbagai aksi hipnotis yang digunakan untuk membuka aib dan rahasia orang lain. Oleh karena itu, untuk menjawab tontonan hipnotis semacam itu saat ini, pemilik nama lengkap Romy Tunggul Widodo meluncurkan buku bertajuk Menghilangkan Fobia dan Masalah Emosional dengan Hypnotheraphy, di Gramedia Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (5/2) lalu.

“Pada dasarnya, hipnotis juga punya etika. Dia nggak bisa digunakan begitu saja untuk keperluan membuka aib dan rahasia orang lain. Kalau untuk tontonan yang menghibur masih sah-lah. Tapi sekali lagi, akan sangat bermanfaat bila hipnotis itu sendiri digunakan untuk keperluan di bidang medis, misalnya,” ujar Romy kepada Annida-Online yang ditemui usai peluncuran bukunya tersebut.

Dalam buku keduanya tersebut, Romy menjelasakan manfaat hipnotis yang mampu mengatasi masalah-masalah emosi seperti depresi, takut, fobia, dan amarah yang tak terkontrol. Menurut Romy sesungguhnya hipnotis itu merupakan keadaan alami seseorang di mana tubuh tengah rileks dan kesadaran pikiran meningkat lebih tinggi dari biasanya. Dalam kondisi seperti inilah seseorang mampu memfokuskan perhatian pada sugesti yang ditanamkan sebagai upaya untuk mengatasi suatu masalah yang dialami. Sugesti akan ditujukan untuk daerah yang ingin diubah dari diri seseorang.

“Tapi kuncinya tetap ada pada diri kita. Kontrol dari diri kitalah yang akan menentukan apakah proses hipnotis akan berlangsung sukses atau tidak. Makanya, agak aneh bila ada orang yang dengan mudahnya menghipnotis orang lain dan orang tersebut langsung menuruti semua perintah si penghipnotis ini,” terang Romy.

Romy juga menambahkan bahwa prinsip dasar dari hipnosis adalah kesalingan, atau kerja sama antara dua pihak, antara penghipnosis dan yang dihipnosis. “Kalau orangnya tidak mau dihipnosis, ya tidak akan mungkin bisa dihipnosis. Makanya tadi saya sudah bilang, itu semua tergantung dari control dari diri kita juga.”

Menghilangkan Fobia dan Masalah Emosional dengan Hypnotheraphy merupakan buku yang berisi langkah-langkah hypnotis yang bisa dilakukan sendiri. “Jadi lebih praktis daripada hipnotis yang dilakukan dengan langsung bertatap muka dengan ahlinya atau datang ke terapis,” tukas Romy yang juga membuka klinik klinik hipnoterapi di bilangan Jakarta Selatan.

Kandungan buku ini juga diakui Romy diambil dari beberapa pengalamannya saat mengobati beberapa pasien melalui hypnoterapi di kliniknya. Sebelumnya, Romy telah menulis buku pertamanya berjudul Hipnoterapi: Quit Smoking! (2006). Saat ditanya mengapa dirinya menulis buku dengan tema-tema kesehatan atau bidang medis yang ada kaitannya dengan hipnotis, Romy serius menjawab bahwa dirinya ingin hipnotis bisa membawa manfaat bagi banyak orang.

“Sama halnya denngan teknologi, hipnotis sebagai ilmu pengetahuan seharusnya digunakan di jalur-jalur yang benar agar mendatangkan manfaat bagi banyak orang,” pungkas Romy. [nyimas/liputan: zeemays/foto: primiidaily]


Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

resensi_back.jpg

iklan-arrina.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :