Oleh-oleh Asma Nadia dari Eropa

Diposting: Senin, 09 Nopember 2009 / 02:55:40 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 295 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Setelah 2,5 bulan berkeliling Eropa dalam rangka mengikuti program beasiswa Writers in Residence, Asma Nadia, kembali ke tanah air pada Rabu (4/11) lalu. Setibanya di Indonesia, penulis buku Emak Ingin Naik Haji ini nggak mau cuma bersantai-santai, loh! Kamis (5/11) lalu, misalnya, Asma sudah harus menghadiri premiere pemutaran film Emak Ingin Naik Haji besutan sutradara Aditya Gumay yang diadaptasi dari cerpen hasil karyanya.                                                                              

Menurut ibunda dari Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus, perjalanan yang baru saja diikutinya adalah salah satu hal yang menyenangkan, tidak melelahkan. Jadi, ia mengaku tidak punya alasan yang kuat untuk bersantai sejenak meski telah menempuh perjalanan yang jauh.

“Nggak capek sama sekali, saya malah bersyukur diberi kesempatan mengelilingi sekitar 12 negara tujuan. Mulai dari Swiss, Inggris, Italia, Perancis, Belanda, Jerman, dan Spanyol. Banyak sekali hikmah dari perjalanan kemarin. Terlebih karena perjalanan kali ini saya seperti “backpacker”, apa-apa dilakukan sendiri, jadi terasa beda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya,” urai wanita bernama lengkap Asmarani Rosalba ini.

Dalam program Writers In Residence ini Asma Nadia tinggal di suatu desa terpencil di Jenewa, dan melakukan workshop penulisan di beberapa komunitas. “Setiap Negara yang saya singgahi, di sanalah saya memberikan workshop menulis.”

Selain melakukan workshop penulisan, Asma Nadia juga memanfaatkan perjalanannya untuk sedikit mempromosikan film Emak Ingin Naik Haji yang diangkat dari salah satu cerpennya ke KBRI-KBRI di beberapa Negara dengan memutar thriller film tersebut.

“Senang rasanya, apalagi buku Emak Ingin Naik Haji itu kan, proyek sosial, di mana royalti buat saya dari buku itu saya sumbangkan untuk menghajikan Muslim/Muslimah yang memang pantas untuk berhaji namun dia nggak punya biaya. Di Jenewa, saya mendapatkan sumbangan yang lumayan besar dari Pak Dubesnya langsung,” lanjut penulis yang karya pertamanya dimuat di Majalah Annida ini.

Yang pasti, Asma Nadia mengakui bahwa setiap perjalanan mengandung hikmah yang dapat direnungi pelajarannya. Perjalanannya kemarin juga akan dimanfaatkannya sebagai sumber inspirasi menulis buku.

“Belum tahu buku apa, yang pasti harus berbeda dengan Jilbab Traveler biar orang nggak bosan baca,” pungkas Asma. Hm, kami tunggu bukunya deh! [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :