Novel Komik Ecky dan Widi, “Sampaikan Salamku untuk Bunga Matahari”
Diposting: Rabu, 03 Maret 2010 / 09:48:09 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 137 kali
Rating: 0
Annida-Online--Membaca baris-baris novel sambil menikmati visualisasi cerita melalui gambar-gambar komik. Untuk mendapatkan keduanya, Ecky dan Widi baru saja menerbitkan novel yang juga komik berjudul Sampaikan Salamku untuk Bunga Matahari. Dua komikus Indonesia yang menjadi pentolan Masyarakat Komik Indonesia (MKI) ini mencoba menulis dengan dua kemampuan sekaligus, menggambar dan menulis.
“Terserah pembaca menyebutkan apa, novel atau cerita bergambar. Gambar-gambarnya sendiri merupakan kontemplasi cerita sang tokoh, Alyra. Apa yang dialami Alyra coba kami tuangkan dalam gambar,” ujar Ecky yang bernama lengkap Rizky Rinaldy Mosmarth ditemani teman duetnya, Widi alias Widiono Susanto.
Masih sulitnya komik anak negeri dibukukan oleh penerbit-penerbit di Indonesia tak menyurutkan langkah keduanya. Sampaikan Salamku untuk Bunga Matahari diterbitkan oleh Penerbit Sawo Toon, divisi MKI yang mengurusi penerbitkan komik. Untuk distribusi, mereka masih mengandalkan komunitas komik di beberapa kota, distro, dan event seperti pameran komik. Buku komik pertama mereka ini di-launching pada penutupan Festival Komik Indonesia (FKI) yang lalu (28/02). Bercerita tentang sosok penulis terkenal, Alyra yang mengalami depresi karena harus patah hati.
“Tema yang biasa karena memang tema cinta-cintaan ini digemari anak muda. Ecky yang menulis naskahnya. Saya menambahkan gambar-gambar yang membangun suasana. Khusus tokoh Alyra, karena lebih personal Ecky yang membuatnya,” tambah Widi. Meskipun tema cinta, keduanya menghindari visualisasi gambar yang tidak mendidik atau terlalu vulgar seperti banyak komik dari luar. Menurut Widi, banyak komik yang ditujukan untuk dewasa dibaca anak-anak atau remaja. Sementara orangtua tidak ambil peduli karena menganggap komik identik dengan bacaan anak-anak saja.
“Tugas komikus Indonesia membuat komik yang baik dan mendidik,” tambah Widi. Khusus untuk buku yang mereka buat ini, Ecky menambahkan rencana mereka untuk menjadikan tetralogi. “Cerita ini tetap akan berlanjut. Bagaimana bentuknya nanti masih kita pikirkan. Namun pastinya kami menginginkan menjadi tetralogi,” pungkas Ecky. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
- Arta Wijaya: Fakta Sejarah Tidak Diterima di Toko Buku Umum
- Mengaku Jadul, Gerdi W.K. Stag Terbitkan “Gina” untuk Anak Muda
- Bukan Cinta Biasa dalam Buku “Beginilah Seharusnya Cinta” Fatih Beeman
- Damhuri Muhammad Terbitkan "Darah Daging Sastra Indonesia"
- Cerpenis Yetti A. Ka Siapkan Novel Sejarah Bumi Rafflesia
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




