Mozaik Manusia dalam "Gigo-gigo" Yusran Pare
Diposting: Rabu, 18 Nopember 2009 / 01:24:37 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 169 kali
Rating: 0
Annida-Online--Kedengarannya agak aneh ya, apa sih
"Gigo-gigo"? Inilah judul buku Yusran Pare, seorang pemimpin redaksi
sebuah harian di
"Sebagian
tulisan itu sudah diposting lama di blog saya, curahbebas.wordpress.com. Di
situ juga ada beberapa tulisan kolom, biasanya tajuk yang menurut saya layak
diblogkan, saya post," kata Yusran.
Karya tersebut berupa
tulisan-tulisan umum, makanya disebar via toko buku yang punya jaringan luas.
"Aku cuma
menyusun mozaik tentang manusia-manusia di tengah realitasnya. Nggak ada
pesan-pesan muluk," imbuhnya. Manusia yang dimaksud bisa berprofesi
sebagai gigolo, politisi, artis, astronot, teroris, babu, pelacur, pendeta,
rahib, santri dan lain-lain.
Minat pembaca pada
buku itu tampak dari antusiasme mereka mengikuti pemaparan isi buku di
Sebenarnya, istiah
tersebut merupakan sebutan untuk pria panggilan alias gigolo. Menurut sang
penulis, Gigo-gigo mengupas sisi lain
dari peristiwa besar yang terjadi saat itu. Dari peristiwa besar itu banyak
hal-hal kecil yang sering terlena dari perhatian masyarakat, padahal punya
nilai lebih. Misalnya persoalan prostitusi mudah dijumpai di setiap daerah,
selain perkembangan pembangunan yang sering kali terabaikan oleh masyarakat.
Selain itu, persoalan hukum "geger" sekarang ini menurut Yusran persoalan
tersebut pernah mewarnai dunia hukum di
Ia menyebut, dalam
tulisan "Negeri Sakau", itu pernah terjadi enam tahun lalu di
Walau tulisan itu
dibuat sekitar enam tahun lalu, toh masih relevan dengan zaman sekarang. Isi
buku ini juga relatif dekat dengan pembaca, karena memberikan gambaran tentang
hal-hal yang kerap ditemui di masyarakat dan disertai dengan fakta. [Est/foto: dok. pribadi Yusran Pare]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




