Monolog "Burung Merak" Putu Wijaya Sudah Separuh Jalan

Diposting: Jumat, 20 Nopember 2009 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 260 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online--Sudah setengah perjalanan ditempuh Putu Wijaya dan Teater Mandiri-nya dalam road show "Burung Merak" ke sebelas kota di Jawa dan Bali bulan November ini. Kamis (19/11) kemarin merupakan hari ke-11 PW -- begitu ia kerap menyebut dirinya dengan inisial--mementaskan monolog untuk memperingati 100 hari meninggalnya Wahyu Sulaeman (WS) Rendra.

Road show "Burung Merak" sudah melalui Bandung, Pekalongan, Kudus, Yogya, Solo, Mojokerto dan kemarin malam singgah di Jombang, Jawa Timur. Selama keliling berkesenian, sastrawan yang sudah menulis sekitar seribu cerita penek, 30 novel, 40 naskah drama, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama ini mengaku senang bisa bertemu banyak orang.
"Senang ketemu banyak orang, semuanya bersahabat," kata Putu melalui pesan singkatnya.

Menurut penulis kumcer Pabrik dan Blok ini, rata-rata penonton di setiap pertunjukan antara 400 - 600 orang. Durasi pertunjukan sekitar 90 hingga 120 menit, serius campur canda.

Yang sudah dikunjungi Putu dan Teater Mandiri memang baru kota-kota di Jawa. Namun, lanjutnya,  beberapa kota di Sumatera juga ingin disinggahi, Januari 2010.

Setelah pentas di Jombang, Putu akan tampil di Metropolis Apartemen, Surabaya (21/11), Universitas Ma Chung, Malang (23/11), Singaraja (25/11), dan berakhir di Teater Studio, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta (28/11).  Alasan mengapa ia memilih monolog untuk pementasan, menurutnya karena monolog merupakan jalan terbaik agar dapat bergerak cepat, murah, dan ringan serta akrab. Sebab, target kepedulian Teater Mandiri bukan hanya anak muda Jakarta melainkan anak muda seluruh Indonesia. Monolog "Burung Merak" sendiri menceritakan tentang beberapa pemikiran Rendra yang mendasar. Dan ada monolog Merdeka, Raksasa, Zetan, Bumi Tersedu, Poligami yang mendapat inspirasi dari pemikiran-pemikiran itu. [Esthi/foto: dok. PW]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :