Moch Satrio Welang Siapkan Dua Buku Terbaru

Diposting: Rabu, 11 Nopember 2009 / 06:23:02 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 183 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Setelah sukses dengan kumpulan buku puisi Keranda Emas (Youth Corner), kali ini Moch Satrio Welang, penulis asal Bali yang juga mendirikan penerbitan Satrio Welang Publisher ini, tengah bersiap-siap untuk menerbitkan dua buku terbarunya yang ditargetkan luncur di tahun 2010 mendatang; Kumpulan Cerpen Sastrawan Bali Lintas Generasi dan Bali Romance.

Kumpulan Cerpen Sastrawan Bali Lintas Generasi yang rencananya akan berjudul Moksa ini, akan melibatkan sejumlah sastrawan asal Bali. Sebut saja Putu Oka Sukanta, Abu Bakar, Frans Nadjira, Sunaryono Basuki, Oka Rusmini, Mas Ruscita Dewi, Putu Fajar Arcana, Gus Martin, Jiwa Atmaja, Putu Satria Kusuma, Made Adnyana Ole, Phalayasa,  Wayan Sunarta, dan lain-lain. Menurut Satrio, para sastrawan yang ikut menyumbang cerpen dalam bukunya ini merupakan sasatrawan-sastrawan lintas generasi/ “Nggak hanya sastrawan-sasatrawan tua saja.”

Satrio juga menilai buku ini merupakan sebuah wujud pendokumentasian karya sastra yang menjadi penting sebagai bahan perbandingan studi kesusastraan modern Bali ke depannya. Variasi tema yang diangkat pun beragam, karena Satrio sengaja ingin menampilkan pelangi dalam buku yang dirancang setebal 200 halaman ini.

“Sebenarnya ini impian saya sejak kecil, memiliki buku kumpulan cerpen para sastrawan Bali dan membagikannya pada adik-adik kita yang masih duduk di bangku SD sebagai bahan bacaan mereka. Semoga bermanfaat!” kata Satrio yang juga berharap buku ini bisa dijadikan salah satu buku referensi  sastra yang bisa diakses oleh para pelajar dan mahasiswa.

Sementara Bali Romance, merupakan buku lainnya yang cukup berbeda dengan karya-karya Satrio sebelumnya. Buku ini merupakan buku kumpulan cerpen metropop yang ditulisnya bersama sejumlah penulis muda asal Bali. Bali Romance yang beraliran chicklit ini akan memuat karya-karya metropop yang mengangkat problematika yang ada di kawasan pulau dewata Bali, seperti persahabatan, ketulusan dan percintaan.

”Bali selalu kaya akan ide-ide segar, saya bosan dengan cerita yang didominasi latar Jakarta. Kami hidup di Bali dan waktunya kami bercerita,” tandasnya.

Hm, percaya deh! Gimana dengan Sobat Nida di seluruh Nusantara? Waktunya kalian juga bercerita, loh! [nyimas/foto: dok. Moch Satrio Welang]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :