Mengaku Jadul, Gerdi W.K. Stag Terbitkan “Gina” untuk Anak Muda

Diposting: Kamis, 25 Februari 2010 / 00:46:25 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 128 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Sobat Nida mungkin kurang ngeh dengan sosoknya. Tapi bagi penggemar komik langka Indonesia era 1970-180-an, pasti nggak asing dengan karakter Gina, sosok superhero perempuan asli Indonesia. Nah, Gerdi Wiratakusuma inilah sang kreator Gina.

Tahun 2005 lalu, komik Gina kembali diterbitkan dengan versi yang lebih baru dan  tampil lebih kekinian. Sayangnya, menurut komikus yang terkenal rendah hati ini, dirinya justru “gagal” menghadirkan kembali Gina untuk publik Indonesia saat ini.

“Kayaknya pasarnya Gina walaupun dikemas dengan gaya yang lebih modern tanpa mengurangi kekhasan karakternya, masih kurang direspon oleh penikmat komik Indonesia, khususnya kalangan remajanya ya,” jelas Gerdi saat ditemui Annida-Online.com usai diskusi komik di ajang “Festival Komik Indonesia” 2010, Selasa (23/2) lalu di Jakarta.

Gerdi menilai, hal ini disebabkan oleh keterbatasan dirinya yang kurang bisa masuk ke dalam dunia remaja atau penikmat komik pemula Indonesia. “Kemasan ceritanya mungkin masih seperti dulu meski tampilannya saya buat lebih fresh. Mungkin saya membawakan ceritanya masih agak jadul ya,” kata Gerdi sambil tertawa.

Anehnya, walaupun dirinya merasa komik Gina terbarunya kurang direspon oleh penikmat pemula komik saat ini, agnka penjualan komik Gina justru tengah memasuki cetakan ketiga. Gerdi mengira bahwa hal ini karena sesungguhnya masih ada para penikmat komik Indonesia yang menggandrungi komik-komik eranya.

“Mungkin masih banyak para kolektor komik atau orangtua yang masa kecilnya itu penikmat komik-komik karya saya, jadi ya optimisme dalam berkarya itu masih harus ditumbuhkan. Sepertinya, karya saya seperti Gina ini memang segment-nya untuk orangtua, bukan lagi untuk anak muda,” imbuh pria kelahiran Ciamis, 13 April 1953 ini.

Gina sendiri diterbitkan pertama kali pada tahun 1972 dalam episode Gina vs Siluman Ular dan berlangsung sebanyak 19 judul hingga tahun 1985 dengan judul Rahasia Istana Es. Menurut Gerdi, kisah Gina yang banyak dianggap masterpieceGurun Gobi (1975), Teratai Merah (1976) dan Vampire-vampire Laut Kuning (1976). oleh penggemarnya adalah trilogi

Bila mengira cerita-cerita Gina ini banyak mengandalkan mitos yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia, Gerdi memang tak menyangkalnya. Menurutnya ini karena selera pasar ketika itu memang menggemari cerita-cerita tak masuk akal, seperti yang dibuatnya.  

Selain karakter Gina, sebenarnya gerdi juga dikenal sebagai kreator sosok Santini dan Boda. Gina menjadi idola penggila komik di samping wajahnya yang cantik, juga super sakti dan seksi, yang berasal dari Kerajaan Turaba di Timur Tengah. Sedangkan Santini merupakan jelmaan dari Santi sekaligus jagoan khas Indonesia. Adapun mengenai tokoh Boda juga mirip dengan Gina berasal dari Timur Tengah hanya saja ia laki-laki yang gagah perkasa.

“Ke depan, sebenarnya saya masih ingin terus membuat komik dengan karakter khas Indonesia namun bisa dijangkau juga oleh pembaca komik dari kalangan anak-anak dan remaja,” pungkas Gerdi yang cukup prihatin karena remaja dan anak-anak lebih mengenal komik-komik asal Jepang ketimbang komik asli Indonesia. [nyimas]

 

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :