Mel Chandra: Gara-gara Pindah Track

Diposting: Senin, 28 Desember 2009 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 170 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online—Tak ada rotan, akar pun jadi. Mungkin pepatah tersebut cocok bagi penulis buku 30 Hari Menjadi Murid Anakku, Amel Chandra atau akrab disapa Mel Chandra. Niat awalnya menulis sebuah naskah fiksi, apa daya karena mentok dan stag di ide, ia malah pindah track; menulis naskah nonfiksi. Dan lahirlah buku 30 Hari Menjadi Murid Anakku.

“Kalau dipikir-pikir, ya saya memang pindah track. Awalnya sih saya sedang mengerjakan sebuah naskah fiksi, tapi saya nggak bisa total. Tiba-tiba muncul ide untuk menulis catatan ini dan di sini saya justru bisa menuangkan ide sebebas-bebasnya, sampai nggak kurang dari seminggu akhirnya naskah untuk buku perdana saya ini rampung dan langsung saya kasih ke penerbit,” kenang ibu Mel.

Menurut Mel, inspirasi dan ide penulisan buku yang datang secara tiba-tiba ini berasal dari beberapa kenangannya menjadi orangtua. Ia mengakui menjadi orangtua mengharuskannya belajar di manapun, kapanpun dan dari manapun. Tak terkecuali belajar pada anak-anak. Di sinilah, Mel menilai proses belajar-mengajar yang berlangsung antara orangtua-anak harusnya berjalan dua arah.

“Ketika kita mendidik, mengajari dan membimbing anak-anak, secara otomatis pula kita akhirnya tertuntut untuk belajar ulang. Kita mau tidak mau harus menguasai apa yang akan kita ajarkan kepada anak-anak kita. Di sisi itulah saya merasa saya menjadi murid anak-anak saya,” jelas ibu dari Neal Sebastian Chandra dan Rei Denali Chandra ini.   

Singkatnya waktu penulisan buku yang hanya berlangsung kurang dari seminggu ini diakui Mel bukan karena dirinya piawai menulis. Tapi dikarenakan apa yang ditulisnya dalam 30 Hari Menjadi Murid Anakku sudah melekat dan sangat dekat dengan kesehariannya. Mel bahkan menilai proses kreatifnya berjalan sangat lancar dan tak banyak menghadapi kesulitan yang berarti.

“Kalaupun ada beberapa hambatan itu terjadi karena masalah intern di penerbit. Saya merampungkan buku ini tahun 2008 lalu, namun baru diterbitkan tahun 2009 ini. Proses di penerbitnya yang lama.”

Mel menegaskan bahwa bukunya ini bukanlah buku “how to” yang memaparkan berbagai tips dan trik menjadi orangtua yang baik bagi anak. Mel lebih senang menganggap buku setebal 224 halaman tersebut sebagai buku sharing  pengalaman untuk para orangtua dalam menjalin interaksi dan berkomunikasi yang efektif pada anak.

“Saya yakin, apa yang saya tuangkan di sini bukanlah hal yang baru. Tapi proses saling berbagi pengalaman dan belajar pada pengalaman orang lain terkadang bisa menguatkan kita yang tengah belajar dan terus berproses menjadi orangtua yang tengah membesarkan dan mendidik anak-anak. Inilah mengapa saya berharap apa yang saya tulis bermanfaat bagi saya dan orangtua lainnya,” kata Mel.

Setelah meluncurkan buku perdananya, saat ini Mel tengah mempersiapkan sebuah naskah untuk  buku selanjutnya. “Masih seputar dunia anak dan parenting, karena dunia anak itu memang menakjubkan. Doakan bisa segera rampung dan proses penerbitannya nggak terlampau lama,” pungkas Mel.

Yups, Nida ikut doain kok! [nyimas]         

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :