Lewat Lokalitas Etnik, Benny Arnas Raih Anugerah Sastra Batanghari

Diposting: Rabu, 30 Desember 2009 / 00:01:50 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis

Halaman ini diakses sebanyak: 218 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online--Benny Arnas, penulis asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan menerima Anugerah Sastra Batanghari 2009 dari Dewan Kesenian Sumatera Selatan (Sumsel). Benny dinilai berdedikasi mengangkat kebudayaan maupun kesenian Sumsel dengan memperkenalkan pada masyarakat di tingkat nasional. Lewat tulisan-tulisannya, terutama cerpen, Benny konsisten menulis karya yang sarat dengan lokalitas etnik Sumsel. Baik itu menggunakan bahasa daerah, setting cerita, ataupun tema-tema yang berangkat dari persoalan adat-istiadat setempat.

“Saya tiba-tiba saja ditelpon panitia karena menjadi salah satu nominasi. Dan menariknya saya sendiri tidak diajukan Musi Rawas sebagai perwakilan kabupaten/kota. Panitia yang jemput bola dengan penilaian sepanjang 2009,” ungkap Benny yang mengaku senang dengan penghargaan tersebut.

Dari sekian banyak tulisannya, Benny menghitung lebih dari 70 cerpen mengangkat unsur lokal Sumsel. Sekitar 40 cerpen telah dimuat berbagai media seperti Annida-Online, Kompas, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Lampung Post, Jurnal Cerpen Indonesia, Suara Merdeka, dan Sabili. Selain mendapatkan piagam penghargaan dan tropi, Dewan Kesenian Sumsel  juga memberikan hadiah uang senilai 10 juta rupiah.

Anugerah Batanghari sendiri merupakan ajang tahunan Dewan Kesenian Sumsel. Selain kategori sastra, terdapat penganugerahan bidang tari, seni rupa, serta musik. Benny terpilih setelah mengalahkan nominator dari kabupaten/kota lain di Sumsel. Seniman yang memperoleh penghargaan tersebut dinilai tidak hanya telah melestarikan budaya Sumsel, tetapi sekaligus mengangkatnya supaya dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Mengapa menyukai tulisan yang bercerita lokalitas Sumsel? Benny menjawab, “Saya menulis demikian karena saya mengetahui realitasnya seperti itu. Dengan menuliskannya, saya menjadi tahu dengan sebenarnya seperti apa kampungku, adat, budaya, dan lainnya.”

Setelah mendapatkan Anugerah Sastra Batanghari 2009, Benny bertekad untuk menulis lebih baik lagi. Tahun depan, targetnya adalah menerbitkan sebuah buku. Oke, selamat untuk Benny! Semoga prestasinya juga menginspirasi Sobat Nida. [Elzam]

 

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :