Kurang Puas berduet dengan Opick, Taufiqurrahman Al-Azizy Siapkan “Zikir Daun-Daun”
Diposting: Minggu, 31 Januari 2010 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 181 kali
Rating: 0
Annida-Online—Duet dengan Opick, penyanyi religi yang terkenal lewat tembang Tombo Ati dalam sebuah proyek buku tak membuat Taufiqurrahman Al Azizy berpuas diri. Bahkan kalau mau dibilang, novel yang ditulisnya bersama Opick tersebut kurang mewakili dirinya.
“Bukan saya banget,” tegas Taufiq. ”karena saya dibatasi oleh Mas Opick untuk tidak jauh-jauh dari script film Di Bawah Langit yang sudah diproduksi dan rampung terlebih dulu.”
Novel Di Bawah Langit memang project-nya bersama Opick yang terinspirasi dan diadaptasi oleh film bertajuk sama. Batasan-batasan yang diminta Opick dalam novelnya tersebut membuat Taufiq merasa dirinya kurang maksimal dalam mengeksplor cerita dan konflik yang sudah ditulis Opick untuk keperluan film yang akan tayang serempak di bioskop
“Tapi pada intinya, saya dan Mas Opick punya kesamaan visi dan misi dalam berkarya, juga dalam menungkan ide pada sebuah buku. Ini yang membuat saya merasa nyaman menulis bareng Mas Opick, meskipun saya merasa kurang begitu puas,” urai penulis trilogy Syahadat Cinta.
Kesamaan yang dimaksud Taufiq adalah soal cerita dan misi berkarya. Taufiq menjelaskan bahwa dalam hidupnya, menulis merupakan sarana dakwah dan mengajak seseorang untuk dekat dan mengenal Allah menjadi lebih baik. SEmentara latar pesantren yang menjadi dominasi beberapa novelnya merupakan penanda identitas dirinya yang berasal dari lingkungan pesantren.
“Saya dan Mas Opick itu dulunya pernah hidup di sekitar Pesantren, kenangan itulah yang mempertemukan kami,” lanjut penulis yang mengaku telah menelurkan 150 buku ini.
Soal kekurangpuasan Taufiq di novel Di Bawah Langit, rupanya telah siap ia bayar di novel selanjutnya berjudul Zikir Daun-Daun yang rencananya akan diterbitkan dua bulan mendatang. ”Saya bilang berbeda karena novel ini menandai kembalinya saya menjadi diri sendiri yang bisa mengeksplor konflik lebih dramatis tapi tetap pas dengan keperluan cerita dan tetap memberikan pesan kebaikan bagi pembacanya.”
Taufiq yang menargetkan menulis dan menerbitkan 400-an buku selama hidupnya ini, mengakui bahwa tema cinta masih menjadi andalan konflik cerita yang ia tulis. Begitupun dengan Zikir Daun-Daun ini. Saat ditanya kemungkinan dirinya menulis tema cinta dalam diluar perspektif hubungan dengan lawan jenis, Taufiq hanya menjawab singkat.
”Ya, saya pikir masalah cinta itu universal. Jadi dia bisa diangkat kapanpun dan tak lekang oleh zaman. Hanya saja, saya memang bersiap mengangkat tema cinta yang bukan dalam perspektif hubungan antara lawan jenis di novel berikutnya,” pungkas Taufiq. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




