DM: Epitaph, Rindu Adik Pada Kakaknya
Diposting: Sabtu, 16 Januari 2010 / 05:09:51 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 60 kali
Rating: 0
Annida-Online—
“Epitaph berbicara
mengenai kematian. Tapi jauh di balik itu, makna yang ingin saya hadirkan dari
sebuah kematian bukan sekadar kematian, tapi juga kehidupan, pemanusiaan, dan
cinta. Epitaph mewakili itu semua,
juga mewakili rasa rindu adik, kepada kakaknya yang hilang,” ungkap DM.
Novel pertama dari trilogi Epitaph ini memang diangkat dari kejadian nyata. Sang kakak, Diaz, adalah
sumber inspirasi penulisnya. Novel yang penuh dengan nuansa kematian ini
bertutur tentang kisah cinta Laras, mahasiswi IKJ, dan Haikal yang harus
dipisahkan oleh sebuah kecelakaan helikopter. Romansa percintaan ini dikemas
dalam liku misteri karena kecelakaan helikopter yang dialami oleh sang tokoh
utama dalam sebuah pengambilan gambar film dokumenter di Pegunungan Sibayak,
“Tokoh Laras adalah kakak saya tercinta; Diaz.
Menurut DM, hal yang selalu menyisakan kesedihan
adalah perlakuan tak semena-mena dari petugas militer setempatyang diterima
oleh keluarganya saat membawa pulang jenazah sang kakak yang ditemukan dua
tahun pascakecelakaan. Tak banyak yang tahu tentang peristiwa tersebut karena
salah satu syarat yang diajukan oleh petugas adalah dengan menyimpan
rapat-rapat peristiwa tersebut dari media.
“Ini yang saya tuangkan pula dalam Epitaph, sehingga Epitaph juga tengah menyajikan cerita tentang kemanusiaan,” imbuh
DM.
Meskipun diilhami oleh kisah nyata yang dialami
oleh sang penulisnya, DM mengakui bahwa karyanya ini hanyalah sebuah novel,
yang artinya tak semua bagian dalam novel ini benar nyata adanya.
Namun yang terpenting, kombinasi antara
imajinasi dan fakta yang dirasakan oleh DM sendiri telah menghadirkan Epitaph sebagai novel yang bukan sekadar
humanis, tapi juga turut menggugah emosi setiap pembacanya. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.



