Bukan Cinta Biasa dalam Buku “Beginilah Seharusnya Cinta” Fatih Beeman
Diposting: Rabu, 24 Februari 2010 / 00:07:30 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 198 kali
Rating: 0
Annida-Online--Membincang cinta jangan selalu menyudutkannya pada hubungan seorang
lelaki dan perempuan. Seperti ribuan novel atau jutaan puisi yang menyanjung
keindahan cinta demikian. Setidaknya inilah jenis cinta berbeda yang ditulis
Fatih Beeman dalam buku terbarunya, buku yang membahas bukan cinta biasa
tersebut berjudul Beginilah Seharusnya Cinta. Buku ini adalah buku kedua
dari trilogi Beginilah Seharusnya Hidup, dan disusul nanti Karena
Hidup Adalah Cinta.
“Saya berbicara
tentang cinta, tentu cinta yang universal. Segala keajaiban di dunia ini, saya
terjemahkan sebagai cinta. Pengorbanan awan yang putih suci, kemudian menjadi
gelap menyeramkan, karena menanggung beban air untuk menyiram bumi, saya
terjemahkan sebagai cinta, he-he-he…. Intinya fenomena alam, saya rangkai dalam
bentuk cerita,” kata Fatih yang masih menyelesaikan kuliah di Fakultas
Komunikasi Universitas Padjajaran,
Latar belakang mengapa menarik cinta dari sudut yang berbeda, menurutnya karena seperti diuraikan di awal tadi. Sudah banyak yang menuliskan cinta antar lawan jenis. Oleh karenanya, ia mencoba mengambil ranah yang lebih substansial dengan pijakan Al-Quran dan Sunnah. Tapi dia berusaha menuliskannya dengan cara yang fun, ringan, dan jauh dari kesan menggurui, apalagi mendoktrin. “Cerita-cerita ini kebanyakan pengantar saya ketika menyampaikan training atau seminar. Awalnya saya membawakan cerita-cerita ini di mentoring Islam di kampus, khutbah Jumat, dan di mana-mana. Lama-lama berpikir juga, kenapa tidak dibukukan saja. Biidznillah, jadi deh,” tambahnya.
Lewat Beginilah Seharusnya Cinta, Fatih ingin mengajak manusia bisa belajar mengambil inspirasi dari apapun di alam semesta. Terutama tentang betapa cinta Khalik begitu melimpah. Lalu akan semakin melimpah tentunya, kalau pandai mensyukurinya. Buku yang diterbitkan Afra Publishing tersebut mengajak pembaca untuk "mengenal" karunia Allah yang merupak bukti semua dibangun atas cinta.
Mengapa menulis buku-buku yang bertema tak lumrah, menurutnya karena sejak kecil dia menyukai buku-buku menginspirasi. Sampai akhirnya menyukai menulis sejak SD dan serius menulis ketika SMA. Seorang gurunya di SD penulis yang menyemangatinya. “Namanya Pak Jajang Suhendi. Beliau penulis artikel di majalah daerah. Setiap pekan, memperlihatkan tulisan dan honornya kepada kami. Saya lalu dibimbing beliau,” kenangnya. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




