Arta Wijaya: Fakta Sejarah Tidak Diterima di Toko Buku Umum
Diposting: Selasa, 02 Maret 2010 / 16:58:26 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 111 kali
Rating: 0
Annida-Online--Sejarah memang nggak lepas dari realitanya yang, menurut Napoleon, merupakan kebohongan-kebohongan yang disepakati. Tapi pernyataan Napoleon ini nggak berlaku untuk Arta Wijaya, penulis buku Dilema Mayoritas tentang pengungkapkan sejarah secara gamblang.
“Sejarah itu selalu diciptakan oleh penguasa. Ketika Islam berkuasa, Islam nggak boleh membuat sejarah yang bohong,sejarah yang dusta. Orang boleh saja silahkan bersepakat dalam kebohongan tapi kita ngak boleh,” ujar Arta Wijaya.
Dalam buku Dilema Mayoritas Arta Wijaya berupaya meluruskan sejarah umat Islam yang sejak Orde Lama hingga Orde Baru selalu dibelokkan. Sayangnya, buku karya Arta Wijaya ini justru tak diterima oleh beberapa toko buku besar di Jakarta. Arta menilai ditariknya buku ini karena toko buku bersangkutan milik kelompok non-Islam. Menurut Arta, pada masa pemerintahan Soeharto, kelompok ini sangat dianakemaskan. Bahkan kelompok inilah yang menyuplai ide-ide kebijakkan Presiden Soeharto. Dalam Dilema Mayoritas itulah diungkap semua fakta pengkhianatan, manuver politik kelompok ini.
“Ya, media massa ini sama toko buku tersebut samalah, satu geng lah, jadi mereka merasa tersinggung, akhirnya buku ini ditarik dari peredaran, tapi dia tidak dapat membantah fakta-fakta itu,” lanjut Arta.
Walaupun bukunya ditarik dari toko buku, tidak menyurutkan langkah Arta untuk membuat buku terbaru yang masih bertemakan sejarah berjudul Gerakan Theosofi di Indonesia. Isinya pun tidak jauh dari pengungkapan sejarah. Berbeda dari buku sebelumnya, dalam buku ini Arta mengungkapkan jaringan gerakan kebatinan Yahudi Internasional yang sudah ada di Indonesia sejak dulu.
”Buku ini pun tidak diterima di toko buku yang sama, yang kali ini alasannya beda, katanya karena SARA. Dianggap menyinggung SARA,padahal yang diungkap di sini adalah zionis Yahudi. Apakah mengungkap keberadaan Gerakan kebatinan zionis Yahudi di Indonesia itu menyinggung SARA? Kan nggak juga,” kata Arta lagi.
Ke depan, Arta dan beberapa penulis sejarah lainnya, juga mahasiswa-mahasiswa bidang sejarah dari Dewan Dakwah pimpinan Adhian Husaini, akan menggarap buku tentang sejarah versi umat Islam. “Sejarah yang sekarang ini kan versi pemerintah ya, ini harus diluruskan. Jadi akan dibuat buku-buku sejarah dari tingkat SD, SMP, SMA, versi umat islam yang sebenarnya, yang tidak ditutup-tutupi,” pungkas Arta. [Zulfi Lasmi/foto: dok. Arta Wijaya]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




