Afrizal Malna Luncurkan Lima Buku Puisi
Diposting: Rabu, 27 Januari 2010 / 08:26:53 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 242 kali
Rating: 0
Annida-Online—
Puisi di atas merupakan penggalan dari puisi Mayat Politik Ditutupi Koran Pagi yang
dibacakan oleh Afrizal Malna, penyair yang dikenal juga sebagai film maker, pada acara peluncuran lima
buku antologi puisinya di Aula SMA PGRI I, Mojokerto, Ahad (24/1) lalu. Kelima
buku antologgi tersebut adalah Arsitektur
Hujan, Yang Berdiam dalam Mikrofon, Abad yang Berlari, Kalung dari Teman, dan
Pidato-Pidato dari Bantal Berasap. Kelima buku ini sebenarnya bukan
karya-karya terbaru dari Afrizal.
“
Menurut Afrizal, penerbitan kembali buku-bukunya
ini merupakan sebuah upaya menghadirkan karyanya dalam satu masa yang berbeda,
namun memiliki permasalahan yang sama. Ia mencontohkan puisi-puisi yang ada
dalam buku Abad yang Berlari. “Buku
tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1984,” ujar Afrizal, “tapi tema
yang saya angkat dalam puisi-puisi di buku tersebut pada dasarnya masih
menunjukkan fenomena yang sama di masa sekarang. Bagaimana saya menghadirkannya
kembali dalam dimensi waktu yang berbeda, itu intinya.”
Afrizal juga menjelaskan bahwa penerbitan
kembali buku-buku antologi puisinya ini menandai perjalanannya sebagai penyair.
Dirinya mengakui bahwa puisi-puisi yang diciptakannya bukan saja hadir dan
hidup dalam dirinya, namun juga di hati pembaca setianya. Oleh karena itu,
tujuan penerbitan ulang buku-buku kumpulan puisinya ini merupakan ajang
pembacaan kembali karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu.
Dalam acara peluncuran tersebut, Afrizal
bekerjasama dengan Komunitas Lembah Pring Mojokerto binaan Jabbar Abdullah.
Selain pembacaan puisi dari Afrizal, beberapa anggota komunitas ini juga
membacakan puisi-puisi karya Afrizal. [nyimas/Yeni
Febri]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





