“Kitab Hujan”, Puisi Renungan Nana Sastrawan
Diposting: Sabtu, 30 Januari 2010 / 06:00:37 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penulis
Halaman ini diakses sebanyak: 232 kali
Rating: 0
Annida-Online--Lewat tangan Nana
Sastrawan, kata menjelma menjadi rangkaian lirik-lirik indah bermakna. Tak
mengherankan, karena Nana juga sering meng-update statusnya di Facebook dengan puisi-puisi karyanya. Baru-baru ini penyair muda tersebut merilis buku
keduanya Kitab Hujan (Januari, 2010) yang diterbitkan Halaman
Moeka Publishing. Berisi pengalaman batin tentang cinta, kritik sosial, dan persembahan
Nana menyikapinya dengan beragam puisi.
“Semuanya ada di situ, puisi dari akhir tahun 2008 sampai November 2009. Insya Allah launching 31 Januari mendatang di Dewan Kesenian Tangerang,” jelas Nana yang sebelumnya menerbitkan antologi puisi Nitiswara di Penerbit Pustaka Jamil, (2008).
Puisi-puisi di
buku Nitiswara pernah dipentaskan dalam bentuk teater oleh Teater Koin
di berbagai kantong seni di
“Dalam Perjalanan hampir banyak puisi yang menyoroti kritik sosial dan kehidupan. Bab Cinta lebih kepada personal, mimpi dan tentu ada juga sikap menolak cinta yang menyimpang di puisi Cinta Walangsangit sedangkan Kematian ini menuju ke atas. Terakhir adalah Persembahan yang didedikasikan atas kehilangan banyak orang-orang seni seperti WS Rendra dan Mbah Surip,” tambahnya.
Perkembangan buku puisi sendiri, di kalangan muda saat ini menurut Nana cukup baik. Banyak remaja yang mulai menyukai gubahan puisi. Tinggal bagaimana mempromosikan agar setiap buku diketahu lebih luas distribusinya. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




