Diposting: Selasa, 23 Februari 2010 / 08:29:34 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penerbit
Annida-Online—Lima bulan sebelum kematiannya di tahun 2005
silam, Arsyio Nunos del Santos, ahli fisika nuklir dari Brazil menerbitkan buku
fenomenalnya, Atlantis, The Lost
Continent Finally Found. Buku ini menyajikan fakta dan data yang ditemukan
oleh sang penulis tentang misteri keberadaan benua Atlantis yang tidak lain
tidak bukan adalah Indonesia.
Menganggap bahwa buku ini cukup penting untuk diketahui oleh publik Indonesia, Ufuk Publishing House (UPH)
menghadirkannya dalam versi bahasa Indonesia.
“Santos sendiri melakukan
penelitian terhadap kemungkinan Indonesia yang diduga sebagai benua Atlantis ini selama 30 tahun. Jadi, kami harap buku
ini bukan sekadar mengundang kontroversi namun juga motivasi para ahli untuk
mengungkapkan kebenaran temuan-temuan Santos secara lebih ilmiah,” ujar Muhammad Sadan, Manager Marketing Ufuk di sela-sela
acara Seminar Nasional “Indonesia,
Atlantis yang Sesungguhnya”.
Acara tersebut, menurut Sadan, merupakan upaya dan
tanggungjawab ilmiah dari penerbit untuk mengantarkan pembaca memahami
argumen-argumen yang dituangkan Santos dalam bukunya. Dengan menghadirkan empat pembicara, Dr. Radhar Panca Dahana,
Dr. Awang H. Satyana, Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak, dan Dr. Oman
Abdurrahman, serta satu keynote speaker; Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, buku ini
dikupas melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
“Secara ilmu arkelogi dan etnolinguistik, temuan-temuan Santos dalam bukunya tentang Indonesia yang merupakan benua
Atlantis itu, mungkin saja benar. Tapi I
dont care about Santos, karena pada kenyataannya, nenek moyang Indonesia
jauh sebelum Padjadjaran ada, Majapahit, Sriwijaya, atau kerajaan-kerajaan
Hindu, Budha, Islam, dan lainnya ada, mereka memang sudah memiliki peradaban
yang tinggi,” jelas Radar yang membahas buku Santos dari kacamata antropologi
dan kebudayaan.
Meskipun keraguan sempat dilontarkan oleh dua pembicara
lainnya; Dr. Awang H. Satyana dan Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak, namun
Ahmad Taufik, editor buku sekaligus manajer produksi UPH, yakin bahwa buku
Santos merupakan pintu gerbang untuk masyarakat Indonesia mengorek lebih dalam
sejarah dan asal-usul bangsanya.
“Ya, saya sepakat, meskipun buku ini akan mengundang
kontroversi. Ada yang setuju ada juga yang
mungkin menolak kebenaran hal yang dikemukakan oleh Santos, tapi saya rasa masyarakat juga jangan
skeptis dengan kehadiran buku ini,” harap Taufik.
Atlantis, The Lost Continent Finally Found, adalah karya Santos yang berisi
tentang temuan-temuan baru tentang keberadaan Atlantis, benua yang diduga telah
tenggelam jutaan ribu tahun lalu. Melalui serangkaian tanda-tanda yang
ditunjukkan seperti bencana alam yang terjadi di Indonesia, bahasa kuno
Indonesia yang konon berasal dari bangsa Dravida, gugusan Sundaland yang
tenggelam, dan beberapa fakta lainnya menjadi dasar Santos berpendapat bahwa
Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Walahualam. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.