Penerbit Matahari Launching Buku “Yasmin Ahmad’s Films”
Diposting: Sabtu, 12 Desember 2009 / 10:13:23 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penerbit
Halaman ini diakses sebanyak: 227 kali
Rating: 0
Annida-Online—Sosok
Yasmin Ahmad mungkin kurang familiar di Indonesia, tapi ia cukup diperhitungkan
dalam jagad hiburan Malaysia. Ia adalah akrtis negeri Jiran yang belakang
memilih berkiprah di belakang layar sebagai sutradara. Film-filmnya selalu
membawa misi keberagaman, kemanusiaan, dan cinta. Meskipun di negerinya sendiri
karyanya lebih sering “dicurigai” dan dicekal oleh pemerintah, namun masyarakat
luar Malaysia justru mengapresiasi film-filmnya melalui penghargaan dalam festival-festival
Internasional.
Untuk
mengenang beberapa capaian yang telah ditorehkan oleh perempuan yang meninggal
pada 25 Juli 2009 lalu, penerbit Matahari milik Amir Muhammad, rekan kerja
sekaligus sahabat Yasmin Ahmad, dari Malaysia meluncurkan buku Yasmin Ahmad’s Film, di Jakarta
International Film Frestival (JiFFest) 2009 di Jakarta, Rabu (9/12) lalu.
Dalam
diskusi yang dipandu oleh kritikus film Indonesia, Ekky Imanjaya, Amir
menyebutkan bahwa buku yang juga ditulisnya sendiri merangkum perjalanan
seorang Yasmin Ahmad sebagai seorang sutradara. Beberapa film yang berhasil
diproduksi dan disutradarai oleh perempuan yang meninggal akibat pendarahan
otak dan stroke yang dideritanya, dibedah dalam buku setebal 224 halaman ini.
“Ini
adalah buku yangn saya dedikasikan untuk rekan, sejawat, kakak, dan sahabat
saya. Tak peduli apakah buku ini akan laku atau tidak, tapi saya ingin
masyarakat, khususnya yang pernah menikmati karya-karyanya bisa mengenang
sedikit yang pernah dilakukannya di jagad hiburan Malaysia untuk misi
perdamaian,” jelas Amir.
Menurut
Amir, sosok Yasmin Ahmad adalah sosok yang humoris namun sensitif dan penuh
cinta. Ini dapat dilihat dari film-filmnya; Rabun (2003), Sepet (2004), Gubra (2006), Mukhsin (2006), Muallaf (2008), dan Talentime (2009).
“Film-film
Yasmin Ahmad juga menunjukkan tingkat relijiusitas dan spiritualnya, bagaimana
ia coba memahami Tuhan lewat caranya sendiri, lewat pencarian jati dirinya
sebagai mahkluk yang bertuhan lewat tema-tema seperti yang ia angkat dalam
karyanya,” imbuh Amir yang bekerjasama dalam hampir seluruh film Yasmin Ahmad.
Amir
juga menjelaskan bahwa semangat kesatuan dalam keberagaman, saling menghargai,
saling memahami adalah misi utama buku yang diterbitkannya ini. “Sama seperti
semangat Yasmin Ahmad dalam berkarya, karena sesungguhnya semangat Yasmin Ahmad
hadir dalam tiap lembar buku ini.”
Yasmin Ahmad’s Films juga
membahas tentang berbagai hal yang ada di balik karya-karya yasmin Ahmad, mulai
dari kontroversi, sensasi sampai pada apresiasi dan prestasi yang dicapai oleh
film-film tersebut. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





