SMA Negeri Rembang-CLC Purbalingga Gelar Apresiasi Film Pendek
Diposting: Rabu, 17 Februari 2010 / 08:31:50 | Oleh: annida | Kategori: Berita Komunitas
Halaman ini diakses sebanyak: 126 kali
Rating: 0
Annida-Online— Geliat perfilman, khususnya film pendek, di Banyumas Raya (Purbalingga, Purwokerto, dan sekitarnya) memang tak bisa dianggap remeh. “Virus” film pendek pun telah lama merebak dan menjadi tren tersendiri di kalangan pelajar Banyumas Raya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa prestasi para pelajar Banyumas Raya dalam kompetisi-kompetisi film pendek dan independent di tingkat lokal dan nasional.
Untuk menandai hal itu pula, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Rembang bekerjasama dengan komunitas Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menggelar Apresiasi Film Pendek yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu (16-17/2) ini di di Balai Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Menurut Puji Rahayuning Pratiwi, salah seorang guru yang menjadi koordinator acara tersebut, Apresiasi Film Pendek ini bertujuan sebagai ruang diskusi dan apresiasi serta pendidikan film bagi para pelajar SMA Negeri Rembang.
“Semoga saja acara apresiasi ini akan muncul bibit-bibit pembuat film muda di tanah kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman ini,” jelas Ibu Puji, begitu ia biasa disapa.
Pada pembukaan acara tersebut, Selasa (16/2), lima film pendek hasil karya para pelajar Banyumas Raya yang pernah meraih prestasi di tingkat nasional pun diputar. Sebut saja film Lelaki Pesolek hasil besutan duo sutradara Niken Sarasvati Devi dan Atik Rindarsih. Film dokumenter tentang kebiasaan pelajar laki-laki dalam bersolek ini sempat masuk Nominator Malang Film Video Festival 2007.
Dilanjutkan dengan pemutaran film Bumi Masih Berputar karya Shela Ardilla dari SMA Negeri 2 Purwokerto yang pernah merebut Terbaik II di ajang Purbalingga Film Festival 2009, Nyarutang karya Asep Triyatno yang menjadi Film Pilihan Juri (JKFB Award) di Purbalingga Film Festival 2009 dan Boemboe Forum 2009, film Sandal Jepit sutradara Bani Dwi K yang menjadi film Terbaik I Purbalingga Film Festival 2009 dari SMA Negeri 1 Purbalingga, dan terakhir adalah film Sekitar Midnight dari SMA Negeri 2 Purbalingga hasil besutan sutradara Felix dan Pito yang menyabet prestasi di tingkat Nasional sebagai Film Fiksi Terbaik dan Film Favorit Penonton di ajang Tawuran! Festival Film Pendek Pelajar 2009.
Seusai pemutaran kelima film, acara dilanjut dengan diskusi film. Beragam pertanyaan dan pernyataan datang dari pelajar yang hari itu dipenuhi pelajar kelas X. Mulai dari persoalan teknis dan bagaimana memunculkan dan mengemas ide yang baik untuk dijadikan skenario film.
“Bila saya berkesempatan membuat film, saya akan membuat film bertema remaja yang mampu membangkitkan semangat pelajar untuk berprestasi,” ungkap Pramika, siswi SMA Negeri Rembang, Purbalingga usai mengikuti diskusi film yang berlangsung seru.
Antusiasme dari para pelajar atas acara ini memang nggak perlu diragukan lagi. Mereka bahkan bertekad untuk membuat film pendek sendiri. Melihat hal ini, Ibu Puji mengatakan pihak sekolah siap memfasilitasi siswa yang mempunyai keinginan dan berniat belajar membuat film. “Dengan bimbingan para pegiat film yang tergabung dalam CLC, SMA Negeri Rembang siap meramaikan film pendek di Purbalingga,” pungkasnya. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





