MKI Gelar Talkshow Komik Impor versus Komik Lokal
Diposting: Rabu, 27 Januari 2010 / 09:45:44 | Oleh: annida | Kategori: Berita Komunitas
Halaman ini diakses sebanyak: 84 kali
Rating: 0
Annida-Online—Dalam rangkaian acara Comic Days, Masyarakat Komik Indonesia (MKI) menggelar talkshow komik bertajuk “Komik Impor; Musuh atau Lawan Bagi Komik Lokal?” di Belleza Shopping Arcade, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (23/1) lalu. Diskusi tersebut menghadirkan para pembicara di antaranya Surjorimba Suroto (dari komunitas Tintin Indonesia), Ariela Kristantina dan Shirley Y Susilo (dari Splash Magazine), serta Wahyu Sugianto (dari Paragraph) sebagai moderator.
Talkshow tersebut membahas tentang posisi Komik Impor yang saat ini mendominasi pasar komik Indonesia. Menurut Surjorimba Suroto, pada dasarnya komik-komik lokal Indonesia mampu bersaing dengan komik-komik impor asalkan mampu menampilkan identitas dan sesuatu yang unik dan berbeda dari komik-komik yang ada.
Sementara itu, Ariela Kristantina atau biasa disapa Ririn menegaskan bahwa saat ini dunia komik Indonesia kembali bergiat ditandai dengan kehadiran komikus-komikus lokal Indonesia yang menghasilkan karya-karya kreatif. Menurutnya, komikus-komikus ini awalnya belajar dan punya ketertarikan pada komik-komik impor. Oleh karena itu, Ririn berpendapat bahwa komik impor seseungguhnya bisa menjadi referensi bagi para komikus lokal untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya.
Yang pasti, di era globalisasi saat ini, gempuran terhadap produk negeri lain sepertinya tak dapat dihindari, begitu pula dengan komik. Selama komik-komik impor, baik dari Jepang, Korea, Eropa, maupun Amerika, ini mampu menjadi referensi untuk memacu peningkatan kualitas komik lokal, kehadiran komik-komik impor ini menjadi cukup penting. Karena toh di masa lalu, saat komik lokal Indonesia berjaya di negerinya sendiri, gaya komik luar negeri juga turut mempengaruhi style komik-komik lokal saat itu.
Para pembicara dan peserta diskusi yang hadir juga setuju bahwa sudah saatnya komik-komik lokal Indonesia menggeser dominasi industri komik impor agar generasi bangsa mengenal komik buatan negeri sendiri. [nyimas/foto:dok. MKI]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




