Buletin Sastra Pawon Gelar Bedah Buku “Garis Perempuan”

Diposting: Selasa, 23 Februari 2010 / 03:09:30 | Oleh: annida | Kategori: Berita Komunitas

Halaman ini diakses sebanyak: 119 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Annida-Online— Dari sekian banyak penulis perempuan, nama Sanie B. Kuncoro bisa jadi patut diperhitungkan dalam khasanah sastra Indonesia. Bukan saja produktivitasnya dalam berkarya cukup tinggi, tapi karya-karyanya yang sarat dengan tema-tema tentang dunia perempuan namun menghindari kevulgaran dan sarkasme seksualitas—seperti yang ditunjukkan beberapa penulis perempuan saat ini. Novel terbarunya, Garis Perempuan, membuktikan hal tersebut. Bersama penulisnya, Sanie B Kuncoro, dan Saifur Rohman, Doktor Ilmu Filsafat, komunitas Buletin Sastra pawon menggelar bedah buku Garis Perempuan di Balai Soedjatmoko, Solo, Ahad (21/2) lalu.

“Novel ini cukup matang secara tema dan penggarapan ceritanya. Pembahasan keperawanan di kalangan perempuan dikemas secara cerdas dalam pergulatan konflik empat tokoh utamanya,” ujar Saifur, yang didaulat membedah buku tersebut.

Sanie yang sudah malang melintang di dunia penulisan selama 20 tahun ini, menjelaskan bahwa lewat novel ini ia ingin menyampaikan fenomena yang masih tabu dibahas di kalangan perempuan, namun kerap salah kaprah untuk dipahami. Perempuan yang berdomisili di Surakarta ini menjelaskan bahwa keperawanan, cinta, dan perkawinan bukanlah hubungan linear dalam hipotesis positif.

Baginya, Garis Perempuan juga media yang digunakan untuk memotret dan mengkritisi berbagai “nasib” dan takdir yang kurang berpihak pada perempuan pada saat ini. Sanie mencontohkan, penjualan perempuan di bawah umur, perselingkuhan, sikap konsumerisme perempuan, dan berbagai eksploitasi tubuh perempuan adalah masalah-masalah yang masih dihadapi perempuan Indonesia yang tidak memiliki posisi tawar untuk menunjukkan kelas dan posisi dalam struktur sosial.

“Meski yang dibahas adalah seks, namun Sanie maju selangkah tanpa menyentuh tubuh ketika menjelaskannya,” lanjut Saifur yang baru saja menerbitkan buku Pengantar Studi Poskolonial Indonesia (Jalasutra, 2010).

Saifur yang membandingkan Garis Perempuan dengan Pada Sebuah Kapal karya NH. Dini, melihat bahwa beberapa adegan seksual yang dibahas Sanie cukup digambarkan melalui pendekatan alur, sama halnya dengan yang dilakukan oleh NH. Dhini. Menurut Saifur, Sanie menciptakan suasana yang sangat bermanfaat mendukung alur kendati peristiwanya sama-sama di atas ranjang di dalam kamar. Saifur juga menambahkan bahwa taburan metafora yang digunakan Sanie dalam novel ini menjauhkan kesan karya sastra “murahan” yang mengandalkan cerita tentang seksualitas.

Bagi Sanie, Garis Perempuan juga media yang digunakannya untuk memotret dan mengkritisi berbagai “nasib” dan takdir yang kurang berpihak pada perempuan pada saat ini. Sanie mencontohkan, penjualan perempuan di bawah umur, perselingkuhan, sikap konsumerisme perempuan, dan berbagai eksploitasi tubuh perempuan adalah masalah-masalah yang masih dihadapi perempuan Indonesia yang tidak memiliki posisi tawar untuk menunjukkan kelas dan posisi dalam struktur sosial.

Garis Perempuan  berkisah tentang empat sahabat di masa kanak-kanak; Ranting, Gendhing, Tawangsari, dan Zheng Mey, yang menemui takdirnya masing-masing sebagai perempuan. Bila Ranting diciptakan sebagai simbol kemiskinan dan ketidakberdayaan, maka Gendhing adalah simbol sebaliknya; kemiskinan yang berdaya. Sementara Tawangsari dikisahkan sebagai simbol dari pencarian cinta sejati, dan Zhang Mey sebagai simbol dari perlawanan. Kelak, di satu waktu, keempatnya ditakdirkan bertemu dalam satu fase untuk memaknai takdir mereka. [nyimas/liputan: Yeni Febrianti, Solo]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :