Untitled Document

Kategori : Ngutips (Ngunik-Tips)

Dibaca : 608 Kali

Pewangi Ruangan dari Kotoran Sapi Karya Siswa SMA di Jatim

Apa yang ada dibenak Sobat Nida jika pewangi ruangan dibuat dari kotoran hewan? Pasti menjijikan, bukan? Tapi jangan salah, 2 siswi SMA asal Jawa Timur (Jatim) ini berhasil  meraih juara pertama tingkat nasional pada ajang Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) 2013, setelah menghasilkan karya berupa parfum pewangi ruangan yang dibuat dari kotoran sapi!

Ya, ini dia salah satu karya ilmiah anak bangsa yang benar-benar unik dan CUMA ADA DI INDONESIA.

Pewangi ruangan ramah lingkungan ini dihasilkan oleh Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, dua siswi asal SMA Muhammadiyah Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melansir dari laman Orange.

Bukan hanya sekadar parfum pewangi ruangan biasa. Parfum karya 2 siswi SMA itu dikatakan memiliki aroma alami herbal yang baik untuk kesehatan manusia karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti produk pengharum ruangan lainnya yang beredar di pasaran.

Dalam proses pembuatannya, pertama-tama kedua gadis tersebut mengumpulkan kotoran sapi dari peternakan dan difermentasikan selama tiga hari. Setelah proses fermentasi, mereka mengekstrak air dari kotoran sapi dan mencampurkannya dengan air kelapa. Kemudian cairan itu disuling untuk menghilangkan sisa kotoran. Pada tahap akhir, pengharum ruangan akan diberi aroma alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan hasil pencernaan makanan sapi.

Rencananya, hasil karya kedua siswa tersebut akan diajukan untuk mendapatkan hak paten di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM.  Tak hanya itu, kedua gadis itu juga akan pergi mewakili Indonesia untuk beradu karya dengan peserta dari 50 negara dalam ajang  kejuaraan International Environment Project Olympiad race (INEPO) di Istanbul.

Keren yaaa! Karya unik dan kreatifitasnya wajib kita apresiasi, Sob. Siapa tahu mereka kembali  menjuarainya. Semoga! ^__^

http://uniknya.com 


Artikel Sebelumnya :

Untitled Document