Untitled Document

Kategori : Sapa Nida

Dibaca : 1380 Kali

Menangis Karena Cinta

Tsaahhh... judulnya mellow binti lebay binti cengeng banget ini mah. Eh tapi ini ciyus lho, Sob! Masih ada dari kita yang gampaaang banget nangis cuma gegara c-i-n-t-a. Hayo ngakuuu! ^__^Ya karena diputusin si dia, karena someone nikah sama teman kita, karena hape baru beli diembat maling, karena gak dibeliin motor, en karena-karena lain yang mengindikasikan cinta kita terhadap sesuatu, en ujung-ujungnya jadi nangis. Hiks!Yaaa... gak salah sih, Sob. Soalnya dari jaman Nabi Adam en Hawa diturunin ke bumi, cinta udah identik dengan air mata. Para sahabat Rasul pun sering nangis gegara cinta. Cuma kastanya aja yang berbeda antara kita dan mereka. Kalo kita nangis karena si dia en "dunia", mereka nangis karena Allah en Rasul-Nya. Uoohhh... malluuu!Berikut ini beberapa kisah mereka yang menangis karena cinta, yang wajib 'ain kita teladani. Cekitooottt!1. Umar bin Khoththob pun menangisCeritanya waktu itu Rasul melakukan musyawarah dengan para sahabat terkait tawanan perang badar. Umar yang berapi-api mengusulkan agar mereka dibunuh saja. Sedang menurut Abu Bakar, karena mereka masih kerabat kaum muslimin, ia mengusulkan agar mereka membayar tebusan untuk mendapat kebebasannya. Rasul pun lebih condong kepada pendapat Abu Bakar, hingga turun wahyu Q.S Al-Anfal:67-68 yang intinya membenarkan pendapat Umar.Kalo dalam suatu forum pendapat kita yang ternyata paling tepat, mungkin kita bakal meninggi sambil bilang, "Tuh kan... gue bilang juga apa?" atau "Pada sok tau siiihhh!". Jauhhh banget sama sikap Umar yang malah menangis sejadi-jadinya ketika mendapati pendapatnya dibenarkan oleh wahyu. Beliau menangis karena takut terkena virus ujub (berbangga diri) yang bakal menghapus amalannya. Beuwhhh!2. Fathimah Az-Zahra pun menangisGak salah deh kalau bungsu Rasulullah ini mendapat julukan sebagai pemimpin kaum para wanita di dunia en akhirat. Ketika ibunya, Khadijah, wafat... Fathimah lah yang menggantikan peran sang ibu menemani Rasul berdakwah. Pokoknya dia amat sangat mencintai en mendukung dakwah Rasul.Saat usianya belum genap 10 tahun, ketika Rasul sedang sujud di dekat ka'bah, kaum kafir Quraisy hendak menghinanya dengan melempari kepala beliau dengan kotoran unta hingga semua orang menertawai. Melihat hal itu, dengan berani si kecil Fathimah meghampiri sambil menghardik orang-orang itu, dan segera membersihkan kotoran unta dari tubuh sang ayah dengan deraian air mata. Rasulullah pun menghiburnya, "Jangan menangis wahai anakku. Sesungguhnya Allah melindungi ayahmu."Co cwiiitttt banget ya Sob...!3. Pohon kurma pun menangisPercaya gak percaya, tapi meski percaya karena ini salah satu mukjizat Rasulullah. Di masjid Nabawi, sebelum para sahabat membangunkan mimbar untuk Rasul agar dapat berbicara dengan posisi lebih baik, beliau biasa menjadikan sebatang pohon kurma yang terletak di bagian depan masjid, sebagai tempat sandaran. Di sanalah Rasul berkhotbah, memberikan taklim pada para sahabat en menerima wahyu.Suatu ketika Rasul hendak menuju mimbar melewati pohon kurma tersebut en mendengarnya nangis merintih sedih merindukan beliau. Ia menangis terus sampai Rasul turun dari mimbar en memeluknya demi melepas kerinduan si pohon kurma pada beliau. "Sungguh jika aku tak memeluknya, niscaya tangisnya akan terdengar sampai hari kiamat datang. Duhai, betapa rindunya kurma itu!" kata Rasul.Heuw... sudah sejauh apa cinta kita pada Rasul, Soooob? T.T4. Abu Bakar pun menangisNida mau tanya... adakah Sobat Nida yang selalu menangis saat membaca Qur'an? Apa... gak adaaaa?Emang kita mesti belajar dari sahabat yang selalu membenarkan perkataan Rasul, deh. Yap, Abu Bakar Ash Shidiq. Beliau yang berhati lembut ini selalunya menangis ketika membaca Qur'an, seperti yang dituturkan Aisyah ra:"Rasulullah bersabda (di akhir hayat beliau, ketika tengah sakit), “Pergilah Abu Bakar! Dan sholatlah bersama orang-orang.” Aisyah, istri nabi sekaligus anak Abu Bakar menjawab, “Wahai Rasul, sesungguhnya beliau (Abu Bakar) adalah orang yang hatinya lembut. Apabila dia membaca Al Quran, dia menangis sehingga orang–orang tidak dapat mendengar bacaannya..."Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa beliau selalu menangis tersedu-sedu setiap kali membaca atau mendengar surah Al- Zalzalah, surah ke 99.Subhanallah... kalo kita jangankan nangis, membacanya aja masih suka males-malesan, yaaa! Hiks.Nah... keren gak tuh nangis karena cinta versi mereka, Sob? Yuk ah kita teladani bareng-bareng. Boleh nangis karena cinta, asal cinta yang ditujukan pada Allah en Rasul-Nya aja! ^___^


Artikel Sebelumnya :

Untitled Document