Untitled Document

Kategori : Berita Komunitas

Dibaca : 759 Kali

Menikmati Seni Islam di Citra Cendekia Festival 2012

Annida-Online—Zaman sekarang anak muda lebih menikmati aksi boyband dan girlband di panggung daripada penampilan Marawis, lebih banyak yang kesemsem gambar komik daripada kaligrafi ayat Qur'an, tetapi tampaknya siswa-siswi MA Citra Cendekia, Cipedak, Jagakarsa, tidak terkena imbas ikut-ikutan dan latah tren tersebut, mereka dengan bangga menampilkan berbagai perlombaan Science dan Seni Islam di acara Citra Cendekia Festival (Cicenfest) 2012 yang telah memasuki tahun ketiga ini.

 

Pada Sabtu, 12 Mei 2012 lalu, berlangsung berbagai macam perlombaan Seni Islam, seperti: Marawis, Kaligrafi, MTQ, serta Kompetisi Matematika dan IPA tingkat SMP. Perlombaan ini diikuti oleh ratusan siswa SMP di daerah Depok dan sekitarnya.

 

“Kami sudah 3 kali mengikuti perlombaan Marawis di Cicenfest. Walau belum menjadi pemenang kami tetap mencoba setiap tahunnya. Acara ini menjadi motivasi untuk memperbaiki penampilan Marawis kami,” ungkap Jamil, vokalis tim Marawis Himmatul Aliyah, salah satu peserta lomba Marawis yang mengaku selalu menemukan kemeriahan dalam setiap penyelenggaraan Citra Cendekia Festival.

 

Luar biasa lho Sobat Nida, tampilan para peserta lomba Marawisnya nggak kalah menarik dengan aksi panggung boyband sekelas SM*SH. Sampai-sampai banyak penonton yang memberi standing applause setelah performance usai. Bedanya, yang disampaikan oleh tim marawis adalah lantunan pujian kepada Allah dan Rasul-Nya yang bisa bikin hati tenang, bukan sekedar lagu cinta yang bikin cenat-cenut dan meriang.

 

“Citra Cendekia Festival ini merupakan ajang silaturahim siswa-siswi SMP di sekitar wilayah Jagakarsa dan Depok, sekaligus untuk memperkenalkan sekolah kami kepada masyarakat,” seru Yahya Ayyash, ketua panitia Cicenfest 2012. “Awalnya ingin diadakan 2 hari, tapi kemudian dipadatkan menjadi satu hari saja, dan ada satu perlombaan yang tidak jadi diselenggarakan, yaitu lomba Grafiti,” paparnya lagi.

 

Sementara itu, Bintan Humeira selaku kepala Madrasah Aliyah Citra Cendekia menyatakan penyelenggaraan Cicenfest di tahun ke-3 ini 70% dilaksanakan oleh para siswa. Mulai dari konsep acara, pembuatan proposal, pencarian sponsor, bahkan pengambilan keputusan, semua dilakukan oleh siswa.

 

“Saya lihat, banyak remaja saat ini yang kurang bersosialisasi, asyik dengan gadget mereka sendiri. Oleh karena itu penting untuk mengenalkan siswa bagaimana cara bermasyarakat. Saat nanti mereka terjun di dunia kerja, kan tidak ditanyakan tentang nilai pelajaran mereka, tapi sejauh mana mereka mampu bekerja dalam tim, bertanggungjawab, percaya diri melakukan presentasi, berargumen, mengambil keputusan, sehingga menjadi panitia kegiatan seperti acara Cicenfest ini sesungguhnya akan menjadi pengalaman tak ternilai yang dapat mereka bawa hingga lulus nanti,” ungkap kepala sekolah yang juga merupakan dosen komunikasi di kampus UIN Syarif Hidayatullah ini.

 

Subhanallah, Sobat Nida... ternyata penyelenggaraan festival ini tidak hanya bermanfaat untuk melestarikan seni budaya Islam, namun juga berguna untuk mengasah mental, kekompakan, dan skill komunikasi yang dimiliki oleh para panitia acara. Mantabb! Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Tertarik menyelenggarakan acara sejenis di sekolahmu? (Syamsa)

 


Artikel Sebelumnya :

Untitled Document