Yang Muda Yang Nggak Galau
14 Feb 2012 | Rubrik: Berita Komunitas - Dibaca: 508 kali
Annida-Online--Sejak sosial media menjadi trend di kalangan remaja, virus galau kian tak terbendung. Di beranda facebook maupun di time line twitter, status maupun tweet yg berseliweran menjadi bukti kuat makin menyebarnya virus berbahaya satu ini.
Untuk membendung hal tersebut, teman-teman dari KMPI (Komunitas Motivasi Pemuda Indonesia) menggelar satu seminar spektakuler di gedung pertunjukan Bulungan (12/2) bertajuk Say No to Galau.
"Acara ini diselenggarakan salah satunya sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kondisi remaja terkini," papar ketua panitia, Dimas Jayadinekat.
Menurut Archan, sang motivator yang mengisi acara ini, ciri-ciri orang galau dapat dilihat dari aktivitas seseorang di akun jejaring sosialnya.
"Untuk melihat seseorang terkena virus galau atau nggak, lihat saja dari tweet atau statusnya di jejaring sosial. Mereka yang galau biasanya self sentris, suka mengumbar masalah pribadi ke ruang publik, rajin ngeretweet, dan suka mengkampanyekan kegalauan massal,” papar Archan.
Melalui acara inilah, Archan mendorong para hadirin untuk melepas segala kegalauan dengan kembali kepada-Nya. Karena tiap orang sudah pasti punya masalah besar, namun kita masih punya Allah yang Maha Besar.
Bukan hanya memandu para hadirin yang berjumlah 300-an peserta, Archan juga menggelar pre-launching buku ke-empatnya: Say No to Galau. Sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit RAS dan akan beredar di toko buku-toko buku pertengahan Maret mendatang. [nurjanah]




