Viva Palestina Membuka Kantor Perwakilan di Indonesia
01 Feb 2012 | Rubrik: Berita Komunitas - Dibaca: 385 kali
Annida-Online-- Berbicara tentang perjuangan kemerdekaan Palestina tidak bisa dipisahkan dengan salah satu organisasi tingkat dunia Viva Palestina. Sebuah organisasi yang sejak terbentuknya pada 2009 lalu telah beranggotakan 20 negara. Dan kini, sebagai negara dengan track record cukup baik dalam menyerukan kemerdekaan Palestina, Indonesia pun resmi menjadi bagian dari Viva Palestina.
Peresmian yang diadakan dalam Dialog Publik “Keadilan Bagi Palestina” di Ruang Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (31/1), mendatangkan founder Viva Palestina yang juga mantan anggota parlemen Inggris: George Galloway. Beliau berorasi di hadapan para hadirin akan pentingnya peran serta masyarakat Indonesia dalam membebaskan Palestina.
“Pendirian Viva Palestina Indonesia bukan cuma menggalang dana, tapi juga galang semangat agar perjuangan kemerdekaan Palestina semakin masif. Karena meskipun sudah banyak pihak swasta yang turut serta, namun masih banyak juga masyarakat yang belum mengenal gerakan untuk membela Palestina,” papar Galloway dalam pembukaan orasinya.
Sebagai bukti kurangnya kesadaran masyarakat dalam membela Palestina, Gallowey mencontohkan semakin banyaknya didirikan kafe Starbucks yang merupakan milik Israel. Banyak pemuda Indonesia, terutama yang berasal dari kalangan menengah ke atas yang berbangga hati dan tanpa merasa bersalah minum kopi di tempat ini. Padahal, di tiap tetes kopi Starbucks terdapat darah rakyat Palestina. Dengan kata lain, membeli kopi di tempat ini sama saja dengan membantu zionis Israel dalam membunuh masyarakat Palestina.
Di acara ini Galloway juga menekankan bahwa isu Palestina bukanlah hanya milik umat Islam saja. Karena kenyataannya, 20 persen masyarakat Palestina adalah penganut agama Kristen. Bukan hanya masjid Al-Aqsa yang diduduki tentara zionis Israel, tempat kelahiran Nabi Isa pun telah dibakar. Umat Kristiani tidak bisa mengunjungi tempat sucinya di Bathlehem tanpa melalui pemeriksaan yang ketat. Karena Bathlehem telah dirampas oleh mereka.
Selain Gallowey, hadir juga Jose Rizal dari Mer-C, Yudi Latif dari PSIK Indonesia dan Maaryam Rahmayani dari Asia Pacific Community for Palestine.
Buat Sobat Nida yang masih anget-angetan atau bahkan yang belum “ngeh” dalam membela Palestina, Jose Rizal berpesan bahwa untuk melawan kekejaman Israel kita harus punya nyali yang nggak gampang kendor. Karena sejarahnya, Israel dikalahkan dengan keteguhan hati para pejuang Islam. So, terus ikutan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, ya! Bisa dengan materi, bisa dengan memberikan pencerdasan kepada teman-temanmu akan isu ini, dan doa yang tak pernah putus tentunya. [nurjanah]
0 Komentar :
Isi Komentar :




