Kamis, 23 Februari 2012 / 30 Rabiul Awwal 1433 H
Login | Register

    Share

Menjadi Negosiator Ala Nabi

27 Jan 2012 | Rubrik: Info Buku - Dibaca: 319 kali

Judul Buku : Negosiasi Cerdik Ala Nabi

Penulis : M. Sanusi

Penerbit : BENING/DIVA Pers, Yogyakarta

Cetakan : I, Oktober 2011

Tebal : 172 halaman

 

Satu hal yang membuat buku ini bernilai; nilai hidup profetik yang terselip dalam hal negosiasi untuk mencapai satu tujuan, mengambil figur Nabi Muhammad yang merupakan negosiator terbaik di dunia.

M. Sanusi dengan bukunya Negosiasi Cerdik Ala Nabi, memaparkan bagaimana seharusnya negosiasi yang baik dan diperbolehkan dalam Islam. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan ringan, M. Sanusi menjelaskan negosiasi hingga tuntas, mulai dari devinisi, tujuan, macam-macam negosiasi hingga teori negosisasi yang diperbolehkan. Semisal negosiasi profetik yang terinspirasi dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad adalah The great negotiator in the world. Dengan cara negosiasi, Nabi Muhammad berhasil dalam hal apapun. Baik dalam berbisnis, kepemerintahan dan pergaulan dengan sesama, semuanya berjalan mulus. Maka tidak salah jika Karen Amstrong menyebut Nabi Muhammad sebagai pemersatu, wali, mediator dan negosiator yang berhasil mempersatukan suku bangsa Arab yang terpecah belah (hal, 74)

Tentunya, M. Sanusi tidak semata-mata menghadirkan seorang tokoh negosiator terbaik semacam Nabi Muhammad, tanpa mengimbangi dengan metode-metode dan contah negosiasi yang baik. Pada Bab III, pembaca disuguhi bagaimana cara nabi bernegosiasi soal bisnis, memimpin dan memutuskan suatu masalah. Salah satu contoh, ketika peristiwa peletakan hajar aswad timbul konflik yang tak berkesudahan, hingga ahirnya nabi datang meletakkan hajar aswad dengan cara masing-masing di antara mereka memegang ujung sorban nabi. Hasilnya, tidak ada yang dikecewakan dan masalahnya pun selesai (hal, 130)

Salah satu cara yang dilakukan nabi adalah membangun personal branding (citra diri). Jika manusia sudah memiliki citra baik di mata masyarakat, maka langkah selajutnya adalah konsisten. Dalam artian citra yang sudah didapat dipertahankan jangan sampai merobohkan kepercayan mereka. Dan di sini, kejujuran merupakan tonggak berhasilnya sebuah negosiasi yang dilakukan Nabi Muhammad. Ia adalah orang yang mendapat laqab al-amien (orang yang terpercaya) sehingga ketika bernegosiasi dengan siapa saja membawa hasil baik.

Sebagaimana dalam buku ini, negosiasi kenabian atau profetik orientasinya pada keadilan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusian, maka tidak salah jika kemudian nabi dipilih Tuhan dan dijadikan sebagai figur manusia. Dikatakan juga negosiasi adalah key sukces factor, dan hal ini terbukti Nabi Muhammad mampu mentransformasikan perubahan cemerlang.

Negosiasi profetik bukan hanya salah satu alternatif meraih kesuksesan dan kedamaian, tapi sebagai syarat pertama yang harus dilakukan, bukan sekedar teori, melainkan juga praktek wajib bersosial. Oleh sebab itu, bagi manusia yang menginginkan kesuksesan, membaca dan mempelajari cara-cara negosiasi yang baik adalah diwajibkan. Termasuk salah satunya membaca buku Negosiasi Cerdik Ala Nabi ini.

 

*Kiriman: Muhammad Rasyidi. Penggiat diskusi di kajian Lingkrang Metalogi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

 

Artikel Sebelumnya :

1 Komentar :
2012-01-28 13:21:15 WIB

Ananda Al-Fatih

Subhanalloh, sosok yantg multitalenta itu pun saat ini masih diragui oleh kebanyakan umat muslim.
Mencari sosok-sosok yang diidolakan selain Rasulullah, padahal sungguh jauh kapasitasnya di banding beliau, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam..
Semoga dapat mengambil ibrahnya. ^^


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)