Mengaku Salah Tidak Berarti Kalah
25 Jan 2012 | Rubrik: Sapa Nida - Dibaca: 576 kali
Assalamualaikum wrwb.
Sobat Nida, sesuatu yang sudah menjadi barang langka saat ini adalah keberanian mengakui kesalahan.
Kebanyakan orang bersalah justru hobi menambah daftar salahnya dengan cara gak ngaku salah, atau justru menuding orang lain lah yang sebenarnya bersalah! Gubrak kan?
Misalnya, kita jelas-jelas mengorupsi uang bayaran sekolah yang dikasih ortu, malah kita pakai untuk main game. Begitu ketahuan, bukannya ngaku salah... Kita malah menuding kesalahan ada pada ortu yang kurang dalam memberi uang jajan. Nah loh... Kenapa ga dari awal aja minta tambah uang jajan.
Begitu pula orangtua, jelas-jelas tidak pernah mengajari anak baca al-Quran, eeh... Pas anaknya terbata-bata membaca Iqra, malahan menuding guru ngaji anaknya yang gak beres. Bagaimana tho?
Padahal berani mengaku salah merupakan awal perbaikan diri loh Sob! Orang yang selalu merasa benar mana mungkin bisa memperbaiki kualitas dirinya!
Trus gimana doong supaya kita berani mengakui kesalahan?
Berikut tips dari Nida yang mudah-mudahan bisa kita praktekkin bersama, karena tiap manusia kan gak mungkin luput dari kesalahan, Nida harap tips ini bisa bermanfaat:
1. Sadari bahwa gak ngaku salah cuma bakal nambah masalah! Apalagi kalo sampai bikin orang lain terkena fitnah!
2. Percaya deh kalau mengaku salah itu bukan berarti kalah, justru itu adalah awal pengampunan! Semakin lama kita gak ngaku salah, selama itu pula kita kalah pada egoisme diri. Jangan sampai terlambat ngaku salah, keburu orang sakit hati dan kadung tidak bisa memaafkan kesalahan kita.
3. Barengi mengaku salah dengan penyesalan! Ngaku salah tapi nggak nyesel? Beuh... Bisa dipastikan suatu saat akan kembali melakukan kesalahan yang sama. Misalnya, seorang tukang selingkuh... Pas ketahuan selingkuh dia emang ngaku salah (lha namanya juga kepergok, gak bisa mengelak), tapi kalau belum timbul rasa penyesalan di hatinya, berarti dia sebenarnya mengaku salah karena salah pilih waktu pas selingkuhnya, bukannya benar-benar mengaku salah karena telah mengkhianati kepercayaan pasangan (suami/istri). Capek deeh...
4. Mengaku salah, menyesal, akhiri dengan taubat tidak akan mengulangi kesalahan! Jadikan kesalahan sebagai pelajaran berharga yang tidak boleh diulangi.
Setiap kita pasti berlumur kesalahan, ada yang bersedia berubah dengan mengakui kesalahan diri, tapi ada pula yang dengan sombong menafikan kesalahannya, atau yang bersembunyi, pura-pura tidak melihat kesalahan yang diperbuat diri sendiri.
Selamat jujur mengakui kesalahan pada diri sendiri Sob...
Wassalam
*gambar: Google
4 Komentar :
Kalau ngaku salah tapi malah diintimidasi gimana dong jadinya, Nid? Ndak jadi ngaku salah deh. Hehe... Apalagi kalau sampai dibentak-bentak, idih jadi takut. :)
Thanks, jadi bahan masukan juga, tapi gimana menghadapi tipe manusia yg kerjanya selalu mencari-cari kesalahan orang lain dan gemar cari kambing hitam? hm..lebih parah dunk kalo yang tipe begini :(
Setuju...meski kita sesungguhnya tidak salah,meminta maaf tidak mengurangi nilai kita...seperti dalam kisah seorang ayah yang menghukum diri sendiri karena merasa tidak bisa mengajarkan kejujuran terhadap anaknya ketika mendapati anaknya tidak jujur..padahal yang salah jelas anaknya...Jadi initnya kebesaran hati untuk memahami..
Isi Komentar :







