Jum'at, 18 Mei 2012 / 26 Jumadil Akhir 1433 H
Login | Register

file
    Share

Dari Terpaksa Jadi Biasa

12 Jan 2012 | Rubrik: Sapa Nida - Dibaca: 1214 kali

Assalamualaikum wrwb.

 

Kalau seandainya Allah tidak mewajibkan kita untuk shalat, siapa di antara Sobat Nida yang masih tetap akan melaksanakan shalat 5 waktu tiap hari sepanjang hayat? Hayyo jujur...

Nida yakin cuma sedikit manusia yang tetap menunaikan shalat, wong sekarang shalat diwajibkan saja masih banyak yang shalatnya bolong-bolong, di akhir waktu, ga khusyu. Apalagi kalo shalat gak
diwajibkan... cuma disunahkan misalnya.

Coba kita renungkan... kenapa sih di dunia ini perlu ada aturan yang bersifat memaksa? Yaa... Tentu saja karena ternyata paksaan gak selalu berarti buruk, Sob, malah sering kali paksaan lah yang bisa membentuk kebiasaan kita. Ga percaya?

Misal, di sekolah, di kampus, dan di kantor... Kita dipaksa datang tepat waktu, ga boleh telat, dapat hukuman kalau terlambat. Hasilnya? Kita jadi membiasakan diri untuk disiplin. Coba deh kalau tidak ada aturan yang memaksa sedikitpun... Silakan datang suka-suka, seikhlasnya mau kerja dari jam berapa sampe jam berapa. Beuh... Bakal berabe deh tingkat kedisiplinan di tempat itu.

Begitu juga kalau Allah tidak mewajibkan manusia untuk bekerja, sudah pasti lebih banyak orang yang memilih untuk mengemis belas kasih orang lain untuk hidup ketimbang meneteskan keringat dan banting tulang untuk memperoleh sesuap nasi. Kita DIWAJIBKAN alias DIPAKSA melakukan suatu hal, pasti ada hikmah yang terkandung di baliknya!

Jadi ada beberapa tips yang bisa Nida berikan supaya kita bisa lebih belajar memaksa diri dalam melakukan hal-hal berdampak baik dalam hidup:

1. Ingat selalu: Terpaksa dalam melakukan kewajiban lebih baik daripada ikhlas meninggalkan kewajiban! Yang musti digarisbawahi, paksaan yang Nida maksud di sini adalah paksaan kita terhadap diri sendiri dalam melakukan hal yang WAJIB!

Lebih baik terpaksa shalat, terpaksa berjilbab untuk menutup aurat, terpaksa puasa nahan lapar pas Ramadhan, daripada ikhlas meninggalkan hal-hal yang sebenarnya merupakan kewajiban yang harus kita lakukan.

2.  TERPAKSA di awal, bisa berakhir jadi BIASA, dan hal yang sudah jadi biasa lama-lama membuat kita jadi BISA! Misalnya, saat ini kita terpaksa menulis tiap hari, lama-lama kita terbiasa nulis tiap hari, akhirnya kita bisa nulis tiap hari dan menjadi penulis deeh! Coba kalau kita gak mampu paksa diri, pasti gak jadi apa-apa...

3. Yang boleh kita paksa adalah DIRI SENDIRI! Kita tak punya hak untuk memaksa orang lain kecuali jika orang tersebut telah menyerahkan "hak paksanya" pada kita, misalnya kita adalah pemimpin perusahaan, kita punya hak atas karyawan karena memang mereka telah menyerahkan kuasa
untuk tunduk pada aturan yang dibuat oleh pimpinan, sebagai timbal baliknya, pemimpin memberi upah sebagai hak karyawan.

So, jangan sampai kita memaksa orang lain padahal kita tak memiliki hak untuk memaksa! Bahkan dalam Quran pun Allah menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam agama, dan bahwasanya seorang dai bukanlah pemaksa, melainkan sekedar bertugas mengingatkan, menyuruh yang makruf, mencegah yang munkar.

4. Kemampuan untuk MEMAKSA DIRI melakukan kewajiban sesungguhnya hanya dimiliki oleh orang-orang yang bertanggungjawab dan kuat menghadapi nafsunya Sob! Orang yang tidak mampu mengendalikan nafsu pasti hanya melakukan hal-hal yang dikehendaki syahwatnya.

Jadi buat Sobat Nida yang pengen jadi pribadi yang kuat dan bertanggungjawab, coba doong berlatih memaksa diri untuk melakukan segala kewajiban sebaik-baiknya. Yang masih pelajar, yaa kewajibannya belajar... bukan jalan-jalan, yang masih kuliah kewajibannya bersosialisasi dan mempraktekkan ilmu yang dimiliki bukannya sekedar kupu-kupu (kuliah-pulang). Yang kerja, kewajibannya yaa bekerja sesuai tugas, bukannya main game, ngegosip, tidur pas rapat, dan shopping di jam kerja pas tanggal gajian.

5. Salah satu pembeda sifat kanak-kanak dan dewasa adalah kemampuan memaksa diri. Anak-anak tidak mampu memaksa dirinya untuk melakukan hal yang tidak diinginkannya, mereka akan menangis kalau dipaksa, mereka harus dibujuk atau diancam untuk mau melakukan sesuatu. Sedangkan orang yang sudah dewasa, punya kemampuan untuk memaksa diri. Misal, demi menafkahi keluarga, terpaksa kerja banting tulang macam apapun dilakukan asal halal.

So, kalo Sobat Nida mau diakui sudah dewasa, jangan selalu minta dibujuk dan baru mau mengerjakan kewajiban kalau diancam doang. Bantuin ortu beres-beres rumah gak bakal dilakuin kalo gak diancem bakal dikurangin uang jajan. Gak mau pergi kuliah kalau belum dibeliin hape atau kendaraan yang dipengenin. Duuh... kanak-kanak banget kan?

Yap, semoga kita mampu untuk memaksa diri sendiri untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang pada akhirnya membuat diri kita terbiasa dalam melakukan kebaikan, dan kemudian menjadikan kita sebagai sosok yang unggul dibanding manusia lainnya yang tak mampu memaksa diri mereka, dan hanya hidup dengan memperturutkan apa yang diinginkannya saja.

Wassalam

Artikel Sebelumnya :

5 Komentar :
2012-01-12 16:51:45 WIB

Indri Y.S

Setuju buat tikelnya nida....keimanan seseorg selalu naik turun, kalo ga di ingetin terus, ato di paksa-paksa berat jalanin kewajiban itu... memotivasi diri, bergaul dg org2 istiqomah, sepertinya bisa mjd alat agar kita biasa memaksakan diri mengerjakan kewajiban dan malu jika meninggalkan atau melalaikannya...

2012-01-18 00:49:45 WIB

Evi Triyana

Subhannallah bener banget tuh nid artikelnya.ter kadang kita yang udah dewasa aja masih harus ada yang ngingetin or maksain tuk berbuat baik.wah artikel kamu salahsatunya yang maksain kita untuk lebih baik lagi

2012-01-18 15:24:33 WIB

Vina Phewe

setujuu ka,,,,
10.000 buat kaka,,,
alhamdulillah ya,,,,
:)

2012-02-08 14:16:28 WIB

Gita puspitasari

subhanallah ,maaf jika saya belum menunaikan apa yang ALLAH hendaki ..
namun saya tak jauh darinya ..
ALLAH masih nomer satu dalam hidup saya :)

2012-02-28 08:31:04 WIB

hamba ALLAH

betul itu,,tp sayang'a suami ku susah sekali buat shalat,gmn cara wat nyuruh dy beribadah y...???


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)