Sepotong Kisah dari Negeri Laskar Pelangi
02 Des 2011 | Rubrik: Info Buku - Dibaca: 1201 kali
Judul : Padang Bulan
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Dar! Mizan
Cetakan : Ketiga, Agustus 2011
Tebal : xvii + 310 halaman
Cinta, tak melulu harus berkisah tentang romantisme sepasang anak muda yang dimabuk asmara. Cinta adalah universal yang bisa dibidik dari pelbagai sudut pandang. Cinta pada orangtua, keluarga, sahabat, juga pada mimpi-mimpi yang selama ini pernah bersemayam dalam hati dan pikiran.
Demikianlah apa yang ingin disampaikan Andrea Hirata dalam novel bertajuk Padang Bulan ini. Melalui tokoh-tokohnya yang inspiratif, yang tidak pernah menyerah pada nasib dan keadaan, Andrea Hirata kembali menghadirkan kisah yang tidak kalah seru dengan debut pertamanya, tetralogi Laskar Pelangi, yang telah mendulang kesuksesan. Tidak hanya buku-bukunya yang laris di pasaran dan diterjemahkan ke lebih dari 18 bahasa di dunia, Laskar Pelangi versi filmnya pun mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.
Novel Padang Bulan berawal dari kisah gadis belia berusia 14 tahun. Enong namanya. Yang sangat gemar bahasa Inggris, namun secara mendadak harus berhenti sekolah dan mengambil alih semua tanggung jawab keluarga. Dalam tradisi Melayu, seorang sulung memang harus bisa menggantikan posisi keluarga demi menafkahi adik-adiknya. Demikianlah yang terjadi pada Enong. Gadis malang yang akhirnya menjadi perempuan pendulang timah pertama di Belitong.
Namun begitu, Enong tak pernah melupakan mimpi dan cita-citanya. Demi kecintaannya pada bahasa Inggris, ke mana-mana ia membawa Kamus Bahasa Inggris Satu Miliar Kata yang dihadiahkan Ayahnya sebelum dijemput ajal. Di sela-sela kesibukannya mengais rejeki dari butir-butir timah yang didulangnya dari lumpur, Enong masih sempat belajar, membuka Kamus Bahasa Inggris-nya demi mencari makna dari kata-kata sulit yang tidak dipahaminya.
Inilah kekuatan Andrea dalam setiap karya-karyanya. Ia berhasil menghadirkan kisah dengan tokoh dan karakter yang kuat dan penuh inspiratif. Seperti halnya dalam Laskar Pelangi, Andrea berusaha menyelipkan mimpi dan inspirasi pada setiap tokohnya. Keadaan yang serbasusah tak pernah menyurutkan mimpi para tokoh yang diciptakannya untuk menyerah. Namun sebaliknya, mereka tetap mengejar mimpi-mimpi mereka. Seperti tokoh Ikal dan Arai dalam Sang Pemimpi, buku kedua tetralogi Laskar Pelangi.
Selain kisah Enong yang mengharu-biru, yang menghadirkan berbagai gejolak perasaan di hati pembaca, Andrea Hirata juga menghadirkan kisah cinta Ikal-A Ling yang tak kalah dramatis. Ikal yang sejak SD memang menaruh hati pada A Ling—seperti dikisahkan dalam Laskar Pelangi—berusaha mati-matian mempertahankan rasa itu, meskipun harus berjibaku dengan gejolak kecemburuan yang hadir dan mampu membakar hatinya.
Dikisahkan, bahwa A Ling akan dilamar seorang pemuda tampan bernama Zinar, yang di mata Ikal memang memiliki banyak kelebihan. Selain bertampang seperti aktor terkenal, Zinar juga memiliki badan yang ideal dan atletis. Ia juga sangat cerdas, terutama bagaimana ia bermain catur yang diadakan dalam rangka ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus. Sementara Ikal, yang memiliki tinggi badan tak lebih dari 160 cm, harus puas dengan keadaannya. Namun bukan berarti Ikal tak mau berusaha merebut tambatan hatinya yang akan diembat lelaki lain. Melalui berbagai cara, Ikal berusaha bersaing secara sehat dengan Zinar.
Salah satu tantangan yang dilalui Ikal adalah berduel dengan Zinar dalam lomba catur yang diadakan di kampungnya. Ikal, yang sebelumnya belum pernah bersentuhan dengan papan catur pun memberanikan diri bertanding. Namun bukan Ikal jika harus menyerah. Ia terus belajar dari seorang teman kuliahnya yang grand master catur. Meskipun akhirnya ia kalah telak dalam pertandingan catur itu, karena Zinar memang bukan lawan yang bisa diremehkan. Jika bukan karena untuk bersaing merebut hati A Ling, mungkin Ikal tidak akan pernah berduel dengan Zinar dalam permainan catur itu.
Demikianlah, melalui gaya khasnya, Andrea Hirata menertawakan kepedihan, memarodikan tragedi, mengkritik tanpa menjadi sarkastik. Kisah kedua tokoh dalam novel Padang Bulan ini menjadi seperti panggung di dalam lembaran-lembaran kertas. Membaca novel ini seperti melihat sebuah gambar.
Mari kita simak salah satu kekuatan kalimat yang menggambarkan sebuah kecemburuan dalam novel ini: “Orang yang cemburu sepertiku, jika bercermin, akan membelah cermin. Jika pemilu-menjual suara. Jika tak punya uang-jadi penipu. Jika punya uang-jadi rentenir. Jika menjadi supporter-menyalah-nyalahkan wasit. Jika mencintai-menyakiti. Jika menjadi politisi-korupsi.” (hal.247)
Dalam novel Mega Bestseller-nya yang terjual 25.000 eksemplar dalam rentang waktu 2 minggu ini, Andrea berhasil memperlihatkan kepada pembaca kekuatan-kekuatan besar yang tersembunyi di dalam diri manusia, kekuatan yang sering tidak disadari seseorang berada di dalam dirinya. Enong jatuh, bangun, jatuh lagi, dan bangun lagi. Kisah Enong tidak sekadar kisah sebuah keluarga yang sederhana, namun tentang impian seorang anak kecil, tentang keberanian menjalani hidup, dan tentang seorang lelaki yang menjadi berantakan karena tragedi cinta pertama. Selamat membaca! (Untung Wahyudi)
10 Komentar :
q udah baca...........
memankk kueereeeennnnnn bgt..........
tmbah ngefans deh ma andrea hirata...............
ooooohhhhhhhhhhhhhhhhhh.......... ..........
assalamu'alaikum
novelnya semua bagus ini bisa memotivasi seseorang yang mungkin mengalami hal yang sama seperti yang di alami tokoh dalam novel tersebut. . .
Buat Annida: Mohon maaf atas kekeliruan penulisan nama penerbit. yang benar Penerbit BENTANG PUSTAKA, bukan Dar! Mizan. kepada redaksi.jika bisa diedit,ya...:-)
Ass... waahhh,,,aqu udah baca semua buku2 x bang ikal....kuereenn2 n muantaaappp bangeettt emank......
Andrea Hirata adlh penulis idolaku....... smua karyax wajib dibacaaaa............ hmm ^_^
hehe. takut kalah start sampe salah nulis nama penerbit. hehehe. Zulamad Ya!
selamat ya, Cak Untung...
hehehe, kok salah namanya sih, ***ikutan ketawa bareng Suhairi***
aku udah baca.... 2 thumbs up buat Mas Andrea!! eh, Mas apa Kak ya manggilnya??? hehe ;)
emmm....enak ya temen2 yg sudah punya novel terbaru bang ikal,sedang aku disini taw aja baru sekarg..apalgi punya n beli...
pokoknya temen2 harus baca dwiloginya bang ikal yg satu ini,,,Padang Bulan n Cinta Dalam Gelas
kereeeeeeeeeeeen abis,,,,
Isi Komentar :




