Kembali (Part 2)
29 Nov 2011 | Rubrik: Cerpen Interaktif - Dibaca: 2520 kali
“Kau rupanya, Man?! Kelihatannya kau sudah bebas dari penjara. Empat tahun sudah sedemikian cepat berlalu.”
Ia menoleh menuju arah suara yang memecah lamunannya. Rupanya pemilik suara itu adalah Ali, tetangga sebelah yang sudah dianggapnya keluarga sendiri. Selama ini, hanya Ali-lah yang tak pernah disakitinya. Ali-lah yang selalu menjaga keluarganya selagi ia bepergian keluar masuk bui. Tampaknya kali ini Ali tak bisa menjaga keluarganya lagi. Ia tahu, istrinya pasti benar-benar ingin melepaskan diri dari bayang-bayang mantan suaminya dan pergi meninggalkan semua kenangannya.
“Tak tahukah kau nasib anakmu sekarang?”
Anak-anaknya? Ada apa dengan mereka? Batinnya mulai dipenuhi berbagai pertanyaan tentang keluarganya. “Kau tahu di mana mereka, Li?”
Ali mengangguk. “Ya. Mungkin kau tak akan memaafkan dirimu atas apa yang telah terjadi kepada mereka.”
Ia terkejut mendengar perkataan Ali. Wajahnya tampak memucat. Apakah sekarang sudah terlambat baginya untuk kembali? “Apa yang telah terjadi dengan anakku, Li?”
“Mereka tinggal di desa sebelah. Kau bisa menengoknya sendiri jika kau mau.”
“Apakah mereka baik-baik saja? Di... di mana mereka tinggal?”
“Sejauh ini mereka masih baik-baik saja. Tengoklah dulu anakmu sebelum kau memutuskan berlibur kembali di bui. Kau bisa menjumpai mereka di sekitar jembatan sungai Waron. Kau carilah sendiri tepatnya alamat keluargamu itu.”
“Terima kasih atas informasi yang sangat penting ini....”
“Aku tahu. Carilah keluargamu sekarang, Man.”
Ia menutup pintu rumah yang dihuninya bertahun-tahun lalu. Sempat sikunya menyenggol rumah laba-laba yang hampir menutupi seluruh kenangannya di rumah itu. Ia bahkan masih mendengar suara tawa anaknya dan suara Yanti ketika menggugat cerai dirinya. Ia bertekad akan menemukan keluarganya secepat mungkin. Sudah tak ada waktu lagi. Sebelum ia tak dapat kembali...
***
9 Komentar :
Wah, cukup lama lanjutan ceritanya belum ada yang dimuat. Semakin lama semakin menantang. Ayo kawan, ciptakan ending ang hebat untuk cerpen ini..
Yang pengen aku tahu, bisa nggak kita ngirim judul lain (part 1) untuk cerpen interaktif selama cerpen sebelumnya belum tamat?
lama yaaa, lanjutannya, penasaraaaannn..
ayo sapa yang mau lanjutinn, semangat!! :D
Isi Komentar :




