Jum'at, 18 Mei 2012 / 26 Jumadil Akhir 1433 H
Login | Register

file
    Share

2 Cowok Bicara Buku

28 Nov 2011 | Rubrik: Berita Penulis - Dibaca: 583 kali

Annida-Online-- Apa jadinya kalau dua penulis cowok ngumpul satu panggung bicara tentang buku mereka, yang kisahnya diangkat dari pengalaman pribadi para penulisnya? Hmmm, so pasti kuweren banget, ya...

Merekalah A. Fuadi dan Donny Dhirgantoro, dua penulis yang judul bukunya identik dengan angka: Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna (A. Fuaadi), 5 Cm dan Dua (Donny Dhirgantoro). Dan buku mereka sama-sama akan di-film-kan di 2012 mendatang.

Banyak hal dikupas oleh dua penulis ini. Salah satu yang paling seru ialah tips menulis yang mungkin bisa kita contoh. Tips nulis dari A. Fuadi, misalnya. Ia selalu meuluruskan niat dan menguatkan motivasi sebelum memulai menulis, yakni tulisannya harus membawa kebermanfaatan.

“Saya biasa mulai menulis dengan sebuah pertanyaan: Why, kenapa saya harus menulis? Dan dilanjutkan dengan: What, apa yang paling saya tahu, paling dekat dengan saya dan paling bisa saya tuliskan?. Kalau dua pertanyaan ini sudah tahu jawabannya, spiritnya akan terus menggelora,” ujar A. Fuadi yang merupakan jebolan Pondok Modern Gontor, ini.

Sedangkan Donny, ia memang hobi baca dan nulis. Ketika menjadi karyawan sebuah bank, dulu, weekend adalah hari kesukaannya. Karena di sana ia biasa menghabiskan waktu berjam-jam di sebuah kafe demi untuk membaca novel. Nggak heran kalau novel pertamanya rampung hanya dalam kurun tiga bulan, dan kini sudah akan cetak ulang yang ke-20 sejak diterbitkan pertama kali pada 2005 silam. Wooow!

Di sesi tanya jawab, keduanya juga memaparkan pandangan masing-masing akan kelebihan dan kekurangan penulis indie. Keduanya sepakat bahwa penulis indie melambangkan semangat menggelora dalam dunia kepenulisan. Namun kalau bisa menebar kebermanfaatan di lingkup yang lebih luas, kenapa nggak menerbitkan di penerbit major?

“Sebisa mungkin saya menyatukan  dua kutub: tulsian saya harus bermanfaat bagi pembaca, dan juga harus laku. Tapi kita adalah manusia, harus berjuang untuk membukukan buku kita di penerbit major,” ungkap Donny.

Gimana, Sob, sudah menangkap semangat menulis dari dua penulis Gramedia, ini?   Mudah-mudahan di tahun mendatang akan lahir A. Fuadi dan Donny Dhirgantoro lainnya, dan yang akan berbagi di panggung IBF selanjutnya adalah kamu. Sepakat? [nurjanah]