Jum'at, 18 Mei 2012 / 26 Jumadil Akhir 1433 H
Login | Register

file
    Share

Aku Tidak Takut Gagal!

15 Nov 2011 | Rubrik: Dapur Penulis - Dibaca: 1324 kali

Penulis: Sam Edy Yuswanto

 

            Kegagalan merupakan sebuah proses yang wajib dilalui oleh setiap orang yang bermimpi hidup sukses. Ya, itu adalah sebuah prinsip hidup yang telah beberapa tahun terakhir ini coba saya tanamkan dalam jiwa. Sebagaimana sebuah pepatah yang sering kita dengar; kegagalan sejatinya adalah kesuksesan yang tertunda. Selarik kalimat bijak yang setiap orang pasti bersepakat mengamini kebenarannya. Meskipun realita kerap berbicara lain, bahwa ternyata hanya beberapa gelintir orang saja yang tidak hanya sekedar meyakini tapi juga menjadikan ungkapan bijak itu sebagai landasan dalam hidup yang tengah ditapakinya.

Menjadi seorang penulis, adalah sebuah cita-cita yang pada awalnya tak pernah masuk dalam daftar impian-impian saya. Banyaknya cita-cita yang melingkupi benak pikiran saya dan selalu berubah-ubah seiring berjalannya sang waktu, menjadikan diri saya terkadang bingung sendiri untuk menentukan mana sebenarnya cita-cita yang hendak saya raih.

Hingga pada akhirnya, keinginan untuk menjadi seorang penulis itu timbul seiring dengan kejenuhan melakoni aktivitas sebelumnya yang kurang menguntungkan, baik dalam segi finansial maupun dalam segi kepuasan batin. Sebelum total menekuni dunia kepenulisan, saya bekerja serabutan (asal itu halal) mulai dari berjualan pulsa, membuka rental pengetikan, menerima pesanan dekorasi dan kaligrafi, serta menampung jasa “penulisan tangan” (manual, dengan pena) kitab-kitab kuning kepada teman-teman yang mendalami ilmu-ilmu agama di Pesantren.

Adalah sebuah kenikmatan dan kepuasan tersendiri saat saya bisa memperoleh uang dari hasil kerja keras saya sendiri, meskipun jumlahnya belum begitu banyak dan  belum bisa memenuhi tetek-bengek hajat hidup saya. Belum lagi, selama saya menekuni usaha serabutan itu selama bertahun-tahun, seringkali diwarnai dengan beragam kegagalan dan kebangkrutan. Taruhlah seperti banyaknya para pengguna jasa saya yang tak memberikan upah atas kerja yang sudah saya kerjakan. Juga teman-teman yang berhutang pulsa, tapi mereka (mungkin lupa) dan tak membayarkannya. Sialnya, saya merasa sungkan untuk menagihnya. Hal inilah yang kerap membuat saya didera putus asa. Namun saya berusaha tetap bertahan dan bertahan. Hingga pada akhirnya sampailah saya pada titik kejenuhan dalam menjalani pekerjaan tersebut dan ingin beralih profesi yang lain saja.

Kebetulan, meskipun saya bukan termasuk orang yang kutu buku, tapi di sela-sela waktu yang ada, saya berusaha meluangkan waktu untuk membaca buku, majalah dan juga berbagai jenis koran dan tabloid. Seringnya membaca, membuat saya terpesona untuk menekuni dunia tulis-menulis. Dengan berbekal membaca, saya pun kemudian ikut-ikutan membuat beragam jenis tulisan lalu mencoba mengirimkannya ke berbagai media. 

Setelah berkali-kali ditolak, akhirnya ada juga karya saya yang dimuat. Awal-awal menulis, memang saya seringkali merasakan kesulitan karena minimnya pengalaman serta rasa putus asa dan bosan saat melihat kenyataan pahit bahwa tulisan saya berulangkali tak layak muat. Tapi, saya berusaha untuk bangkit dari kegagalan-kegagalan itu dan berusaha menambah jam terbang membaca dan menulisnya.  

Salah satu tips paling mujarab untuk menyulut semangat jiwa saya ketika sedang merasa down adalah; saya selalu membaca buku biografi tentang kisah orang-orang sukses (bahkan kisah para selebriti sukses pun bisa menginspirasi saya). Dengan seringnya membaca buku biografi orang-orang sukses, membuat semangat hidup saya yang semula nge-drop karena tulisan-tulisan yang saya kirim sering ditolak media menjadi terbakar kembali.

Pada pertengahan tahun 2009 saya bertekad untuk total menekuni dunia kepenulisan, belajar otodidak. Beragam rubrik yang ada di berbagai koran dan majalah, saya pelajari, lalu setelah itu saya mencari ide dan referensi, menulis, mengedit berulang-ulang, dan terakhir; mengirimkannya ke berbagai media. Saya benar-benar terpesona dengan sebaris syair Arab “Man jadda wajada” yang artinya; barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan menuai keberhasilan.

Alhamdulillah, pada akhirnya tulisan saya (mulai cerpen, artikel, debat mahasiswa, tips, humor, dst) semakin sering menghiasi berbagai media, lokal hingga nasional, termasuk (yang paling banyak dimuat) di Annida-online ini. Sampai-sampai ada yang bilang saya termasuk jenis penulis rakus, semua rubrik dikirimi, hehehe. Prinsip saya, selagi saya bisa menulis berbagai rubrik, mengapa tidak saya lakukan? Terlebih, saya memang ingin bisa menulis jenis tulisan apa saja, selama itu positif dan bisa bermanfaat bagi pembaca. Bukankah pekerjaan menulis itu bisa menjadi sebuah “ladang amal saleh” yang tak akan pernah habis meski kita telah tutup usia sekalipun?

Kemudian, setiap ada lomba menulis, saya berusaha untuk mengikutinya. Menang kalah itu hal biasa dan tak menjadi masalah. Justru kekalahan demi kekalahan yang pernah kita alami, sesungguhnya bisa menjadi amunisi yang dahsyat untuk berkarya lebih baik lagi.

Dan artikel yang tengah Sobat Nida baca ini merupakan separuh dari tulisan saya yang (alhamdulillah) ikut dibukukan oleh penerbit QultumMedia Jakarta, tepatnya saat saya mengikuti lomba menulis pengalaman pribadi yang menginspirasi beberapa waktu lalu. Meskipun tidak menang, tapi tulisan saya ikut terpilih dibukukan bersama para pemenang dengan judul buku: Bismillah, Aku Tidak Takut Gagal! 

***

 

 

Sam Edy Yuswanto*

*Tulisannya tersebar di berbagai media: Seputar Indonesia, Republika, Radar Banyumas, Merapi, Minggu Pagi, Pontianak Post, Lampung Post, Surabaya Post, Radar Surabaya, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Cempaka, Kompas.Com, Potret, Story, Sabili, Rindang, Misykat, Community, Annida-online dan beberapa buletin pesantren dan kesehatan.

*Dua judul cerpennya menjadi pemenang karya favorite dalam LMCR-Rohto 2010 dan 2011.

*Satu cerpennya menjadi juara harapan 2 dalam Lomba Cerpen Ramadhan Annida-online dan SMG Publishing 2011.

 

Artikel Sebelumnya :

7 Komentar :
2011-11-24 11:14:27 WIB

Veny Febriana

sangat menginspirasi.,,.
pengen deh jadi penulis jg'..
apa lagi kisahnya sama tuh kyak kisah saya yang awalnya gag bgitu suka baca buku...
satu lagi plajaran pnting jangan mudah putus asa...

2011-11-25 16:39:38 WIB

sam edy

Buat Veny, ayo wujudkan mimpimu sekarang juga,

2011-11-30 20:14:57 WIB

bundaamel

inspiring...
Bismillah...man jadda wajada

2011-12-04 20:58:22 WIB

vina rahayu

kisah ini mbwtq smkin bersemgt tuk jlni khidupanku yg blum jls ksuksesannya..,,???!!!
sukses slalu tuk penulis& aku,,,
amiennn...

2011-12-16 18:19:17 WIB

Yayan Sopyan (Mang Pyan)

Subhannallah "maha suci Allah" cerita hidup penulis mirip dengan jalan hidup saya sekarang ini yang selalu gagal dan gagal dalam meniti karier dan usaha apapun selalu kandas, serta membuat mental menjadi down,namun setelah membaca tulisannya semangat usaha dan belajar menulis artikel menjadi tinggi, trims dan sucses buat penulis.

2011-12-20 09:57:30 WIB

miftahul jannah

Subhanallah,,,semangatnya yang tak mundur walau tertolak,,menjadi pelecut bagi saya untuk kembali menggoreskan pena dan menarikan jemari diatas lembar-lembar putih yang terabaikan sejak 7 tahun yang lalu,,,,semangat!!!!!!!!!!!!!

2011-12-21 13:22:50 WIB

sam edy

Vina dan Yayan, makasih atas doanya, moga kalian sukses dan pantang menyerah dg keadaan ya, amin. Buat Miftahul Jannah, ayo semangat, selama kita punya tekad kuat dan berusaha merealisasikannya, lambat laun pasti (sesuai janji-Nya) pasti kamu berhasil....


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)