CELEBRATING 1000 YEARS OF SCIENCE
31 Okt 2011 | Rubrik: Berita Komunitas - Dibaca: 521 kali
The Year of Ibn Al-Haytham (1011-2011 C.E)
Camera Obscura , Ibn Al-Haytam
Annida-Online--Sobat Nida, apa sih yang terbayang di benakmu ketika melihat kamera? Tahukah kamu, siapa tokoh ilmuwan yang mencetuskan teori berkaitan dengan cahaya? Mungkin sebagian dari kita belum tahu bahwa ilmuwan Islam lah yang menemukan teori-teori tersebut.
Sabtu (29/10), bertempat di Aula Fakultas Psikologi, Kampus UI Depok, Scientia Experia bekerja sama dengan Musholla Izzatulislam FMIPA UI mempersembahkan CELEBRATING 1000 YEARS OF SCIENCE, The Year of Ibn Al-Haytham (1011-2011 C.E).
Sebagai pembuka acara, dipaparkan Napak Tilas Ibn al-Haytam Dalam Menerjemahkan Sains oleh Muhammad Ishaq, kandidat doktor ITB (Institut Teknologi Bandung), peneliti, sekaligus dosen Fisika UNIKOM Bandung lulusan ITB.
Pada sesi ini, digambarkan secara utuh bagaimana Ibn al-Haytam menciptakan teori, bereksperimen, dan menghasilkan temuan ilmiah pertama di dunia yang dianggap sebagai cikal-bakal sains modern, sehingga penelitiannya mengenai Camera Obscura menjadi titik tolak sains. Great!
Sebagai intermezzo, dihadirkan pula rekan-rekan pecinta fotografi dari Komunitas Lubang Jarum Indonesia, yang secara sederhana memperagakan prinsip kerja Camera Obscura, milik Ibnu Al-Haytam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh penulis buku “Ayat-Ayat Semesta”, ahli fisika teoretis lulusan Universitas Hiroshima, dan dosen Fisika ITS (Institut Teknologi Surabaya), Agus Purwanto. Pembahasannya yang mengambil tema “Sains kini dan Nanti: Peluang Besar bagi Ilmuwan Muslim Abad ini”, juga sempat menyebutkan kendala-kendala perkembangan penelitian yang dilakukan oleh Ilmuwan Muslim saat ini. Beliau berpesan agar pemuda Muslim memiliki sifat kritis, dan berusaha mencari ilmu sebanyak mungkin agar kejayaan Islam dapat kembali memimpin dunia.
2011 merupakan tahun ke-1000 bagi Science (Sains, Ilmu Pengetahuan ilmiah). Pada 1011, Ibnu al-Haytam melakukan eskperimen ilmiah pertama. Sebab itu ia disebut sebagai The (True) First Scientist. Hayooo, siapa lagi nih penerus Ibnu al-Haytam? [nurjanah/ kiriman: Asqarini]
4 Komentar :
subhanallah... infonya benar-benar menginspirasi. mari kaum muda muslimin di berbagai penjuru, kita susuri jejak-jejak ilmuan muslim, seperti ibnu al-haytam... semangat!!!
Maha besar Alloh yang telah membuka sebagian ilmu yang tersebar di muka bumi ini, salah satunya ilmu tentang cahaya. tak lupa juga bagi cendekiawan muslim Ibnu al-Haytam, semoga dedikasinya menjadi amal ibadah, Amiennnnnn ^^
Amin, Ya Rabbal Alamin, semoga saja dedikasi yang diberikan Ibn Al-Haytam kepada kemajuan ilmu pengetahuan diberikan balasan semulianya oleh Allah SWT, terima kasih atas apresiasi rekan-rekan semua, :)
Isi Komentar :




