Bedah Buku SUPER dari Matematika UNJ
13 Okt 2011 | Rubrik: Berita Komunitas - Dibaca: 736 kali
Annida-Online--Bosan dengan suasana kelas yang monoton? Stress dengan guru-guru killer? Sering ngantuk saat guru sedang ‘mendongeng’ di kelas? Bete kalau guru cuma merhatiin anak-anak jenius dan high class saja? Aaaahhh… Udah gak jaman, kaleee…
Ini dia nih, Sob… Sobat-sobat kita dari jurusan Matematika UNJ sengaja menyelenggarakan bedah buku SUPER untuk mengatasi hal-hal yang pernah atau sedang kita alami di atas. Sebenarnya buku apa sih, Sob, yang ingin dibedah? Let’s check this out! ;)
Rabu pagi (12/10), Aula Daksinapati UNJ tampak ramai oleh 147 peserta yang sangat antusias mengikuti Bedah Buku yang diadakan oleh para mahasiswa dari jurusan Matematika Universitas Negeri Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara PELANGI Matematika ke-18 yang merupakan program kerja kreatif dan edukatif dari BEM Matematika UNJ.
Buku berjudul “Guru Super dan Super Teaching” karya Eric Jensen, yang diterbitkan di Indonesia pada tahun 2010, ini menarik perhatian panitia untuk dijadikan topik dalam bedah buku karena bahasannya yang sangat segar dan inspiratif bagi dunia pendidikan. Buku ini, sesuai judulnya, menyajikan strategi menjadi guru yang super dan mampu memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Tentunya, tidak hanya sukses membantu siswa lulus sekolah, tapi juga menyadarkan kepada siswa “Untuk apa sih saya belajar? Apa manfaat materi pelajaran ini untuk kehidupan saya?”
Anton Noornia, dosen Matematika UNJ sekaligus pembicara dalam bedah buku ini, memaparkan, “Hal yang menarik di dalam buku ini adalah pentingnya guru memiliki Mind Set yang mengarahkan mereka untuk melakukan suatu hal sehingga siswa berhasil dengan baik. Guru yang memiliki keyakinan dan harapan positif terhadap kinerja siswa-siswinya akan mempengaruhi kinerja anak didiknya tersebut,” papar Anton.
“Buku ini juga menganjurkan agar ruang kelas ditata sedemikian rupa agar otak siswa nyaman untuk belajar. Dinding, lantai, langit-langit, pajangan di dinding, pengaturan duduk, dan sebagainya haruslah dimaksudkan untuk meningkatkan proses belajar.” lanjut Anton. “Jangan kaget jika pada halaman 196 Anda menemukan pembahasan tentang cara mengelola status emosional siswa dengan musik.”
Wowww… guru mengajar sambil menyalakan musik di kelas? Asyik banget tuh, Sob! Eh, eh, eh…. Tapi di buku ini juga ada tips tentang musik jenis apa untuk mengerjakan tugas apa lho, Sob... Jadi, jangan asal setel musik juga.
Fadli Arridjal, mahasiswa Pendidikan Matematika UNJ angkatan 2006 sekaligus pembanding dalam acara bedah buku ini, menceritakan pengalamannya dalam mengajar, “Yang terpenting dalam mengajar adalah passion dan style kita. Berkat dua hal ini, saya bisa memanggil orangtua murid privat saya dengan panggilan ‘mami papi’. Untuk menjadi guru super, yang penting tidak hanya berinteraksi dengan si anak, tapi juga dengan orangtuanya. Jadilah guru yang 100% saat mengajar, all out, menyatu dengan murid-murid,” ujar Fadli.
Siip… Let's be SUPER TEACHERS with SUPER TEACHING! Semoga dunia pendidikan Indonesia semakin baik lagi ya, Sob! [andrieana]
3 Komentar :
Terima kasih sudah mengulas acara kami.. ^^
Semoga acara bedah buku tanggal 12 Oktober 2011 bermanfaat ^^
wowwww kerennnnn........... wah bagi guru dan calon guru (saya termasuk didalamnya) harus membaca buku tersebut, malah sebagai buku wajib baca agar pengetahuan kita terus di upgrade dengan banyaknya informasi yang ter-update tentunya. ^^ trims ya nida.
Isi Komentar :




