Untitled Document

Kategori : Komentar Cerpen Rijek

Dibaca : 1816 Kali

Cerpen Bagus Tapi Ending Gak Terurus

Sobat Nida... Akhir-akhir ini Nida banyak banget dapat cerpen baguuus, tapi endingnya seperti kurang diurus. Cepat-cepat, buru-buru, konfliknya jadi kurang asyik.

Salah satunya adalah cerpen Sobat Nida yang karyanya sudah beberapa kali Nida muat.

Judul: Gadis Sumbing
Penulis: Kusumastuti Rahmawati

Cerpen ini sangat menyentak di awal. Konflik yang diramu mantap. Tapi begitu sampai di halaman 4... Terasa sangat kedodoran. Klimaksnya terkesan maksa, penyelesaian konfliknya hanya dari perkataan sang bapak, dan lagi-lagi... Tokoh utamanya dibuat mati. Duuh... Nida jadi garuk-garuk kepala, gregetan karena cerpen ini sebenarnya sangat bisa dimuat.

Nida tidak akan menjabarkan sinopsisnya karena Nida masih menantang penulisnya untuk merevisi, karena kalau diedit redaktur akan terlalu banyak dan bakal sangat mengubah konflik cerita.

Catatan yang harus diperhatikan:
- Hindari penyelesaian konflik hanya dari dialog dengan satu tokoh. Contoh: Sebenarnya kamu sumbing karena... Kamu belum dioperasi juga karena... Saya menikah lagi karena...
Hasilnya, kesadaran tokoh utama malah gak nonjok, terkesan dipaksakan untuk tahu.
Kita bisa mensiasatinya dengan cara membiarkan tokoh utama mengetahui hal itu dari tetangga misalnya, atau tokoh utama menemukan diary ibunya tanpa sengaja. Jadi pelurusan kesalahpahaman bisa lebih terasa nendang ^_^
- Ada banyak missing yang membuat logika cerpen ini rapuh: Selama setahun setelah ibunya meninggal, masa sih Sumini dengan ayahnya tidak bicara apapun? Apa yang membuat ayahnya tidak cerita apapun pada Sumini selama setahun sebelum akhirnya menikah lagi?
- Apa sebenarnya penyebab kematian sang ibu? Serangan jantung atau kanker rahim? Perhatikan juga tokoh sang bapak, sebenarnya sosok yang kaya atau bersahaja sih? Kalau bersahaja, mengapa Sumini mencurigai ibu tirinya mengincar harta bapaknya, memang sang bapak punya harta apa? Kalau ternyata memang punya harta, mengapa bibir Sumini tidak dioperasi sejak dulu?

Nida berharap sang penulis semangat untuk menyempurnakan kreasinya, di tengah-tengah kesibukan mengurus baby... ^_^  Jangan sampai cerita yang dibuat ada kebolongan secara logika, jangan sampai ada kecolongan dalam penyelesaian konflik yang terkesan kurang polesan.

Buat Sobat Nida yang lain, penting untuk memperhatikan ending cerita... Ketika kita sudah bagus membangun pembukaan cerita, konfliknya oke, tapi endingnya bikin pembaca mengernyit karena tidak puas, terasa maksa, terasa janggal, sayang banget kan...

Akan tetapi musti diingat pula bahwa ending cerita memang gak musti bikin puas pembaca kita, boleh endingnya digantung... Dijungkir balikin, gaya bebas kok... Asalkan terasa diurus, tidak dilepas begitu saja.

Semangat merevisi!


Artikel Sebelumnya :

Untitled Document