"Passion", Ramuan Kesuksesannya Orang Sukses
14 Juli 2011 | Rubrik: Resensi - Dibaca: 1409 kali
Judul Buku : Winning with Passion
Penulis : Jimmy Gani dan Ervin A. priambodo
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)
Tahun Terbit : Mei, 2011
Tebal Buku : 284 hlm.
Sobat Nida, apa hayo bedanya antara pemenang dengan orang yang cuma jago mimpi doang? Yep, jawabannya: passion! Apaan tuh passion? Itu lho, temannya fashion. Hheee. Bukan deng, passion itu... hasrat, gairah yang menggelora! Makanya, bagi para pemenang, ketika mereka berada di titik nadir dari apa yang diimpi-impikan, mereka nggak bakal kehabisan semangat untuk terus mengejarnya. Kebalikan dengan mereka yang cuma bisa mimpi doang. Dihadang hambatan keciiil aja dari mimpi-mimpinya, dunia seakan runtuh. Nggak mau bermimpi lagi, deeeh!
Passion. Inilah satu nilai yang coba diangkat oleh salah satu direktur BUMN terkemuka di negeri kita, Jimmy Gani, dalam buku perdananya berjudul Winning with Passion. Bersama Ervin A. Priambodo, direktur PT Sarinah ini membagi-bagikan ilmu menjadi seorang pemenang, bersumber dari pengalaman hidupnya hingga sukses menjadi direktur BUMN termuda Indonesia. Wuih... pasti percaya kan sama kualitas ilmunya?
Sebagai pembuka, penulis memulai dengan meyakinkan para pembaca bahwa semua orang terlahir sebagai pemenang. Yang membedakan tiap individu ya itu tadi, passion! Seperti sang Michael Jordan dalam usahanya menjadi pebasket internasional. Bukan bakat yang menjadikannya diakui dan dikenal oleh seluruh penggila basket di dunia. Semua itu terrealisasi justru karena sultinya menembus tim basket SMA-nya dan semangat menggelora untuk menjadi pemain basket profesional yang nggak pernah luntur dalam dirinya. Seandainya Jordan nggak punya dua itu, mungkin sejarah nggak akan mengenang namanya. Jadi, inget baik-baik ya, Sob. Kunci di atas kunci kesuksesan ialah yakin dulu kalau tiap kita dilahirkan memang untuk jadi pemenang. We are the champion, yeah!
Nah, setelah keyakinan tadi, ada 6 jurus yang kudu dipunya untuk menjadi pribadi kaya dan sukses, yakni: winning mindset, winning behavior, winning attitude in change, winning mentality, winning way, dan winning system.
Enam kunci ini benar-benar dipegang teguh oleh Tomas Alva Edison dan para atlet olah raga dunia sekelas Lance Armstrong, Pele, dan Michael Jordan. Ketika Jordan ditolak oleh skuat basket sekolahnya, ia justru berkomitmen untuk dapat diterima di sana. Pun ketika akhirnya ia diterima di tim hanya sebagai pembawa seragam anggota tim, ia melihat ini bukan sebagai penghinaan, justru peluang dan tantangan. Jordan yakin, suatu saat nanti akan tiba masanya ia menjadi bagian dari tim inti.
Dan benar saja. Di tim tersebut, Jordan semakin "menggila". Demi diterima sebagai pemain utama, ia menambah terus jam latihannya. Sepulang sekolah, ia sudah berada di lapangan basket. Ketika teman-temannya masih terlelap, ia sudah bangun untuk terus berlatih. Sampai suatu ketika, beberapa tahun kemudian, ia behasil membawa timnya, Chicago Bulls, menjadi juara NBA. Sejak saat itu, ia menjadi ikon anak muda. Namanya dijadikan merk khusus sepatu Nike, Air Jordan. Dan salah satu perusahaan raksasa pun kepincut untuk membuat film yang dibintangi olehnya.
Di bab Winning Way, secara khusus penulis juga menambahkan langkah-langkah jitu yang selama ini telah dipraktekkan dalam kehidupannya. Terdiri dari enam langkah yang disingkat NDIPSI (Niat, Doa, Ikhtiar, Pasrah, Syukur, Ikhlas). Keenamnya harus dilaksanakan secara beriringan demi menggapai kekayaan dan kesuksesan.
Patut diacungkan jempol! Membaca buku ini sekan-akan kita sedang duduk berhadapan langsung dengan penulisnya. Penulis mampu mengolah gagasan tentang pentingnya passion bagi seorang pemenang, seakan-akan sedang berdiskusi berdua dengan pembaca. Nggak ada kesan mengguri sedikitpun!
Selain itu, penulis juga memberikan banyak contoh orang-orang yang sukses dengan passion. Ya, walaupun kebanyakan dari bidang olah raga. Overall, gagasan yang bersumber dari pengalaman pribadi disertai contoh-contoh nyata dari tokoh-tokoh internasional dan bejibun endorsment dari para tokoh nasional, membuat buku ini memang layak dibaca bagi siapa saja yang mendamba menjadi orang sukses dan kaya.
Namun, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh penulis dan editor. Semakin ke sini, pembaca kita sudah semakin cerdas, right? Penggunaan EYD, tanda baca dan efektivitas penggunaan kata menjadi tiga hal yang tidak bisa dianggap remeh lagi untuk membuat pembaca betah duduk berlama-lama "menyantap" buku ini. Namun sayangnya, terlalu banyak kalimat yang kurang "enak" dibaca karena kurang efektifnya kata-kata yang digunakan. Misal di bab "Winning Attitude In Change", tertulis: "...jika melihat adanya ketimpangan di lingkungan sekitar kita. Kita sebagai mahluk yang...". Dua kata "kita" sepertinya bisa dihilangkan salah satu.
Atau contoh lain di bab "Winning Attitude In Change", persisnya di bagian mengapa Harus Berubah? Di sana tertulis: "Dahulu berbagai sumber daya khususnya yang berasal dari alam sangatlah berlimpah sehingga jika akan digunakan untuk keperluan produksi pun masih sangat banyak dan terkesan tidak akan mengalami kehabisan." Nah, di manakah letak kurang tepatnya? Yep, tidak ada satu tanda baca pun (koma) dalam kalimat tersebut.
Selain itu, ada juga beberapa pembuka bab yang terlalu bertele-tele. Misalnya di bagian pembuka bab "Winning Mentality". Introduksinya sampai lima paragrap! Mungkin penulis bermaksud hendak menjelaskan betapa hari Jumat siang menjadi hari yang paling dinanti dan hari Senin pagi menjadi hari yang sangat dibenci. Namun, sepertinya terlalu panjang untuk mengawali sebuah bab. Mungkin dapat lebih diringkas lagi menjadi maksimal dua bab saja.
Jadi, tugas editor dalam mempercantik dan memoles sebuah karya memang bukan hal mudah. Selain dibutuhkan ketelitian, dibutuhkan pula sebuah cita rasa seni merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat. [nurjanah]
4 Komentar :
buku yang bagus dan inspiratif...memberikan jawaban atas "rasa" kesuksesan yang selama ini terasa tertunda...
ni resep anti tua, jamu buatan mbah jimmy n' mbah ervin yg mn ya ??? anti pikun jg kan ???
Isi Komentar :




