“Kami Membuka Saluran Informasi yang Seluas-luasnya bagi Warga”
Diposting: Senin, 09 Nopember 2009 / 16:03:18 | Oleh: annida | Kategori: Aksara
Halaman ini diakses sebanyak: 190 kali
Rating: 0
Prijanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta
Kalau ada yang mengatakan bahwa pemerintah provinsi yang tengah dipimpin oleh Bapak Fauzi Bowo dan saya menutup mata akan saluran informasi dari warganya, itu salah. Kami sangat aware terhadap hal-hal yang menjadi hajat hidup orang banyak di Jakarta. Misalnya, kami menyediakan website yang bisa diakses oleh warga masyarakat Jakarta, secara luas. Ada juga beberapa media yang kami buat, billboard berisi pengumuman, imbauan, kami coba pasang di tepi-tepi jalan, di jalan-jalan utama, bahkan di jalan-jalan kampong-kampung, agar semua warga, baik yang ada di pusat kota maupun di pinggiran kota bisa mengaksesnya. Selain itu, saya dan Pak Foke sendiri mencoba mendekatkan diri dengan warga dengan program berkantor di kelurahan. Di sana kami coba jalin komunikasi, sekaligus melaksanakan fungsi kontrol terhadap pejabat teknis, barangkali ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan resmi dari kami.
Alhamdulillah, saat ini kami juga jadi tahu apa keinginan warga, apa yang menjdai kebutuhan warga, jadi pembangunan yang sifatnya bottom up, yang berasal dari masyarakat bawah, bisa kami rancang dan menjadi pijakan dalam mengambil keputusan dan kebijakan di Jakarta. Program-program seperti PPMK (baca: Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) adalah salah satunya. Saya juga nggak mau sombong mengatakan bahwa masalah-masalah kota Jakarta telah tertangani dengan baik dalam masa kepemimpinan kami. Tidak. Tapi saya bisa jelaskan bahwa semaksimal mungkin kami membuka saluran informasi seluas-luasnya bagi masyarakat kota Jakarta tentang semua hal yang harus mereka ketahui di Jakarta. Karena apa? Jakarta ini dihuni bukan saja oleh pemerintahnya, tapi ada warga yang punya andil dalam menyukseskan kota Jakarta sebagai kota yang bersih, sehat, dan memberi penghidupan yang layak bagi masyarakat di dalamnya.
Pilihannya hanya pada, apakah masyarakat mau mengaksesnya atau tidak. Kesadaran masyarakat kota Jakarta untuk mengakses atau tidak informasi yang diberikan pemerintah ditentukan dari latar belakang ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan mereka. Hal-hal yang bisa membuka kesadaran warga kota Jakarta terhadap sensitivitas informasi inilah yang kemudian kami usahakan dalam pemerintahan kami. Misalnya, kami adakan penyuluhan ke Kelurahan-Kelurahan tentang bahaya membuang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, sampai pada bagaimana cara mengurus KTP, Akta, SIM sesuai prosedur, banyak hal lah.
Informasi ini penting artinya bagi setiap warga, juga pemerintah, untuk menjalin komunikasi antara pemerintah dengan warganya. Makanya, kami coba buka salurannya dengan media apapun, nggak sekadar media literasi ya. Nah, sebenarnya pusat informasi di kalangan masyarakat itu lengkap adanya di kantor Kelurahan. Kalau sampai Lurahnya nggak menyampaikan, warga bisa laporkan ke pemerintah provinsi. Artinya, kalau ada yang nggak beres di tengah masyarakat, ya jangan sungkan juga untuk memberikan informasi kepada kita. Melalui media apapun, silahkan nulis di media, silahkan lapor ke kantor Gubernur, nggak ada yang larang. Kami merespon semua aspirasi dan aduan yang dating dari masyarakat, tanpa terkecuali. Hanya saja, untuk dapat direspon aduannya, masyarakat juga harap melampirkan bukti-bukti terkait ketidakberesan yang terjadi. Jangan lagi ada omdo alias omong doing, tanpa bukti. Karena ini akan sulit ditindak.
Sebagai bukti kami juga serius membuka sluran informasi pada warga, kami coba buka layanan sms Gubernur. Nomornya ada di website Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami juga menggagas website untuk semua dinas-dinas yang ada di DKI Jakarta. Jadi, setiap dinas itu punya web dan nge-link langsung ke website Pemprov. Setiap Kotamadya juga kami sarankan untuk membuat website, ada dananya itu! Dan Alhamdulillah, semua Walikota punya website yang bisa diakses oleh warganya. Yang akan kami gagas lagi adalah pembuatan website untuk Lurah, semuanya harus bisa teknologi itu.
Sekarang begini, media dunia maya itu sekarang kekuatannya jauh lebih besar dan kuat dari media literasi seperti buku, pamphlet, dan lain-lainnya. Orang sudah banyak yang ngerti facebook, email, dan lain-lain. Nah, kalau kami sendiri nggak punya facebook, ada warga yang marah-marah lewat facebook, pasti kami nggak ngerti. Makanya, Pemprov juga tengah berupaya membenahi kompetensi para Lurah, Camat, dan Walikota, agar mereka juga aware dengan media-media penyampai informasi ini.
Distribusi informasi itu kan butuh media, dan salurannya, jadi kami juga menempuh saluran dan media-media informasi yang bisa efektif sampai ke masyarakat. Sekali lagi, informasi itu penting bagi kelangsungan pembangunan kota Jakarta yang lebih baik, untuk warga dan penghuninya. Matinya informasi, akan menyulitkan pemerintah mengatur warganya menjadi lebih baik, warga juga akan kesulitan dalam mengatur kehidupan menuju kelayakan. Makanya, kami coba jalin dengan 3Si, informasi untuk berkomunikasi, melalui silaturahmi. Artinya, dalam mengupayakan informasi kepada warganya, kami jadikan sebagai media komunikasi melalui cara-cara yang mendekatkan diri pada warganya, seperti lagi bersilaturahmi aja. Semoga, warga kota Jakarta juga membantu pemerintahan kami dalam mewujudkan komunikasi yang lancer dengan memberikan feed back terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya, supaya kami juga merasa diingatkan, diawasi, dan diperhatikan. Ini penting sebagai bentuk kepedulian masyarakat pada kotanya. Jadi, jangan diam ketika ada masalah apapun yang berkaitan dengan pembangunan kota Jakarta. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





